Oke..kembali lagi dengan cerpen Copast-an. Maaf ya ceritanya punya orang terus,maklum aku bukan penulis :)
Author : Wulan
Twitter : @Wulan_VBlues
kita langsung ke cerita...
CEKIDOTTT....
i hope you like....
" Waiting "
Pernahkah
kamu melakukan sebuah penantian tak berujung? Yang kamu tak tahu kapan
akan berakhir. Pernahkah kamu merindukan seseorang, yang kamu sendiri
tak yakin apakah orang itu merindukanmu juga? Ya, aku pernah. Dan aku
merasakannya hingga saat ini.
^^^
Aku sedang
menatap layar ponselku, lebih tepatnya sebuah foto saat Via, sahabatku
menerobos masuk ke kamarku. Aku mendengus pelan saat melihat ia nyengir
ke arahku.
“Ify, loe lagi ngapain?” tanya Via sembari mendekat ke arahku.
“Nggak liat gue lagi nonton TV?” dengusku. Well, lebih baik aku tidak memberitahu apa yang tadi ku lakukan sebelum dia datang. Tanpa sengaja aku melihat iklan untuk Grand Final Idola Cilik 2013. Ah, acara itu. Ajang pencarian bakat yang mempertemukan aku dengan dia. Dia yang hingga kini ku rindukan.
“Wah, Idola Cilik udah Grand Final aja ya, Fy” aku melirik Via yang tengah menerawang. Dan aku ikut-ikutan menerawang, membuat hati ini sesak karna kerinduan.
“Nggak
terasa ya, dulu kita ikut waktu masih kecil banget. Dan ternyata sampai
sekarang kita bisa sahabatan” ujarku tersenyum, Via balas tersenyum dan
memelukku.
“Gue seneng bisa sahabatan sama elo” aku hanya membalas pelukannya.
“Fy, jangan lupa lho.Besok kita ada acara off air” aku mengangguk.
“Nggak bakal lupa deh, loe udah ngasih tau Kak Febby sama Pricilla?” tanyaku yang dibalas acungan jempol Via.
“Loe kangen sama SIB nggak, Fy? Atau Icil Diva? Icil Divo?” tanya Via.
“Kangen
semuanya lah. Kangen masa-masa dulu itu, kangen saat latihan, kangen
ketemu komentator, Kak Okky, Kak Oni… ah, kangen semuanya deh” pekikku
tertahan. Aku sangat sangat merindukan mereka semua. Dan aku sangat
merindukan dia.
“Kalo kangen semuanya… berarti juga kangen
waktu duet GF Icil 3 ya? Kangen Rio? Cieee… Ify mukanya merah” aku
mendelik kesal pada Via dan segera mengalihkan pandanganku.
“Diem
deh, ngasal banget sih” gerutuku saat Via malah ngakak. Ah, kenapa
tebakan Via benar? Aku memang merindukan dia. Aku merindukan Rio,
pasangan duetku saat ia berada di panggung GF Idola Cilik 3. Aku
menunggunya hingga saat ini.
^^^
Menunggu
itu seperti makan buah simalakama. Saat teringat tentang dia, rasa
rindu ini semakin besar, hingga membuatku ingin menangis. Tapi, saat
mencoba melupakannya, sesak itu bahkan semakin menyiksa. Aku selalu
menunggunya, tanpa peduli bagaimana sesak yang ku rasakan. Aku menunggu
dia, seorang Mario Stevano Aditya Haling.
^^^
Saat ini aku dan ketiga sahabatku sedang berada di acara off air di salah satu pusat perbelanjaan terkenal Jakarta. Setelah menyanyikan tiga lagu, akhirnya kami bisa beristirahat. Blink, girlband yang beranggotakan aku, Via,Febby dan Pricilla ini memang sedang naik daun.
“Fy…” aku menoleh,rupanya Via sudah duduk di sampingku.
“Loe yang sabar ya, pasti bakal ketemu” ujar Via lagi. Aku mengeryitkan keningku, keheranan.
“Apanya?” tanyaku heran.
“Tadi gue lihat, waktu nyanyi lagu Andaikan loe hampir nangis” aku tercengang. Begitu jelaskah perasaan sakit ini? Hingga aku hampir menangis. Sebagai leader Blink,
aku merasa bersalah. Seharusnya aku bisa lebih professional. Hei,
tunggu? Bagaimana Via bisa tau aku sedang merindukan seseorang.
“Maksud loe siapa, Vi?” tanyaku hati-hati. Via nyengir lalu berbisik.
“Rio” aku kaget,bagaimana Via bisa tahu? Aku bahkan tidak pernah bercerita tentang Rio kepada siapapun.
“Gue sahabat loe, jadi pastilah gue tau apa yang ada di hati loe. Kangen banget ya, Fy?” aku meringis dan mengangguk pelan.
“Percaya sama hati loe,kalian pasti ketemu” Via merangkulku. Dan aku selalu berharap begitu, aku pasti ketemu dengan Rio.
^^^
Pernahkah
kalian berada di saat, dimana banyak orang mendukung kalian untuk
menyatu dengannya. Tapi banyak pula yang mencaci kalian jika bersamanya.
Aku pernah… dan aku tak akan menanggapinya. Karna,,, aku akan setia
menunggunya.
^^^
Aku merebahkan
tubuhku di atas tempat tidur. Mataku menatap laptop yang berada di
depanku. Lagi lagi aku menghela napas melihat pertengkaran fans-ku dengan komunitas lain. Dan alasannya karna Rio.
“Apa
gue nggak pantas buat Rio?” aku bergumam sambil membayangkan wajah Rio
saat tersenyum ke arahku. Aku mengalihkan pandanganku ke arah laptop,
dan beberapa tweet menarik perhatianku. Bunyi tweet itu ‘udah nggak perlu ribut. Rise-IFC sahabat. RFM kompak’ dan ‘yang penting RFM udah di resmiin masbos @riostevadit :)’.
RFM? Rify Maniac kah? Komunitas yang menggabungkan RISE dan IFC. Aku
pernah mendengarnya, selama ini aku tak ambil pusing dengan semua itu.
Dengan perlahan, aku mengetikkan keyword pada pencarian google.
“Ahh..”
aku terpekik tertahan. Dan aku melongo melihat fotoku dengan Rio. Aku
mengernyit heran,kapan aku pernah foto dengan pose seperti ini. Aku
mengamatinya dengan mendetail, dan ternyata semua itu editan. Kemudian
aku membuka salah satu cerpen Rify. Rify? Rio-Ify? Aku tersenyum
malu-malu saat membaca cerpen itu. Anganku seakan terjun ke dalam cerita
itu. Aku benar-benar merindukan Mario-ku.
^^^
Ada
saat dimana ada orang yang sayang dengan kamu. Menyatakan perasaannya
kepadamu. Tapi sebaik apapun orang itu, sedekat apapun kamu dengan orang
itu, kamu tak akan pernah sanggup untuk menerimanya. Karna hatimu sudah
milik orang lain. Meski kamu tak akan pernah tau kapan akan berhenti
menanti.
^^^
Saat ini aku dan
Via sedang berada di kamarku. Pulang latihan dengan Blink tadi Via
langsung menyeretku dan ikut pulang ke rumahku. Dia malah asyik dengan
laptopnya, sedangkan aku hanya memencet-mencet remote, tanpa melihat channel yang terlihat di monitor TV.
“Ipi” panggil Via. Aku hanya berdehem malas.
“Kenapa
sih loe mesti nungguin Rio? Belum tentu Rio punya perasaan yang sama
dengan loe” aku terdiam. Aku sadar betul akan hal itu, tapi perasaan ini
sangat sulit untuk dihilangkan.
“Kenapa sih, loe nggak nerima
cowok yang jelas-jelas sayang sama loe? Kenapa mesti nunggu yang tak
pasti?” aku menaikkan sebelah alisku. Siapa yang Via maksud?
“Ray atau Tristan” seolah mendengar apa yang berkecamuk di pikiranku Via menambahkan.
“Mereka
berdua nggak sekedar kode-kode kan? Blak-blakan bahkan di media social”
aku mengangguk-anggukkan kepalaku. Tristan, adik seorang musisi muda?
Dan orangtuanya pun sangat terkenal. Dan Ray? Sahabatku di IC3, sayang
hatiku bukan dimiliki Ray. Tapi RIO.
“Gue cuma anggap mereka
berdua itu sahabat gue, Via. Nggak lebih” ujarku lirih. Via terdiam
mendengar alasanku. Aku lalu menonton TV.
“HAH?!!” mataku terbelalak. Via langsung menghampiriku.
“Ify,,, kenapa?” tanya Via cemas.
“Rio… Rio…”
“Kenapa sama Rio?”
“Rio bakal ke Jakarta.Dia di undang di GF Idola Cilik” jelasku.
“Hah?!!” Via juga kaget mendengarnya.
^^^
Ada
saat, dimana kamu dan dia semakin dekat. Berada tak jauh darimu, tapi
ada saja hambatan saat kamu ingin bertemu dengan dia. Dan saat itu,
mungkin adalah titik dimana rasa rindumu benar-benar tak terbendung
lagi. Dia akan kembali.
^^^
Aku berdiri dengan gelisah. Hari ini GF Idola Cilik 2013di adakan, tapi Blink malah ada acara off air.
Akhirnya acara ini selesai juga. Aku ingin cepat-cepat pergi dari sini.
Pesan dari Rio yang aku terima 2 jam yang lalu yang membuat langkahku
tergesa-gesa.
---------------------------
From : Rio Stevano
Ify. Gue ada di Jakarta, apa bisa kita ketemu?
Sebelum gue balik ke manado :)
---------------------------
Aku benar-benar takut kejadiannya akan seperti dulu. Dia yang pulang ke
Manado sebelum bertemu denganku. Aku agak kecewa, karna ada acara off air, padahal teman-teman dari Idola Cilik 1 kemarin mengajakku dan Via ke sana.
“Rio… please tunggu
gue…” gumamku pelan. Aku tak menghiraukan apapun, bahkan Via langsung
mendorongku ke mobil dan akan mengurus masalah Febby dan Pricill yang
bertanya-tanya kenapa aku tergesa-gesa.
“Pak, ini Ify..
anak ICyang lain masih ada di dalam kan?” kataku pada satpam saat beliau
menahanku dipintu. Setelah satpam itu mengijinkan aku masuk, aku segera
memakai topi dan berlari mencari Rio.
“Aku mohon,,,, Rio...”
napasku tersengal-sengal akibat aku berlari. Air mataku sudah mengambang
karna sampai saat ini aku tak menemukan Rio.
“Ify…” suara itu.
Aku mengenalnya, aku membalikkan tubuhku. Mataku mengerjap-ngerjap,
memastikan cowok ini benar-benar dia dan bukan halusinasiku. Cowok itu
mendekatiku yang masih terdiam.
“Jangan nangis” cowok itu menghapus air mataku dengan tangannya lalu merengkuhku ke dalam pelukan hangatnya.
“Rioooo” aku terisak di dadanya, tak ku pedulikan jika bajunya akan basah karna air mataku.
“Maaf… maaf membuat menunggu…” aku mengangguk di pelukannya.
“Jangan tinggalin gue,jangan pergi dari hidup gue” tuntutku.
“Nggak akan Fy, karna gue sayang sama loe” aku mendongak dan mendapati sepasang mata teduh itu menatapku.
“Aku cinta kamu Alyssa Saufika Umari, Would you be my girl?” aku membelalakkan mataku. Rio tersenyum manis.
“Yes, I would Mario Stevano Aditya Haling” Rio kembali memelukku.
“Makasih Fy”
“Cieeeeeee”
aku tersentak dan melihat teman-teman IC, ada di sana. Debo, Dayat,
Sion, Patton, Lintar, Angel, Kiki, dll sedang tersenyum jahil ke arahku
dan Rio.
“Rioo…” aku menyembunyikan wajahku yang merah di pelukan Rio.
“Ciee… main peluk-pelukan” goda Angel.
“Dunia terasa milik berdua euy” Debo tersenyum jahil.
“Kita mah ngontrak” celetuk Dayat. Rio terkekeh melihat aku semakin malu.
^^^
Dan
pada akhirnya kesabaranku menunggu ini membuahkan hasil. Penantianku
tak sia-sia karna dia juga menyayangiku. Aku dan dia bisa menjadi kita.
Aku dan dia akan bahagia.Alyssa for Mario dan Mario for Alyssa.
***********
Tidak ada komentar:
Posting Komentar