Selasa, 19 November 2013

" WAITING " (Copast)

Oke..kembali lagi dengan cerpen Copast-an. Maaf ya ceritanya punya orang terus,maklum aku bukan penulis :)
Author : Wulan
Twitter :  @Wulan_VBlues
kita langsung ke cerita...

CEKIDOTTT....

i hope you like....


" Waiting "


Pernahkah kamu melakukan sebuah penantian tak berujung? Yang kamu tak tahu kapan akan berakhir. Pernahkah kamu merindukan seseorang, yang kamu sendiri tak yakin apakah orang itu merindukanmu juga? Ya, aku pernah. Dan aku merasakannya hingga saat ini.
^^^

Aku sedang menatap layar ponselku, lebih tepatnya sebuah foto saat Via, sahabatku menerobos masuk ke kamarku. Aku mendengus pelan saat melihat ia nyengir ke arahku.
“Ify, loe lagi ngapain?” tanya Via sembari mendekat ke arahku.
“Nggak liat gue lagi nonton TV?” dengusku. Well, lebih baik aku tidak memberitahu apa  yang tadi ku lakukan sebelum dia datang. Tanpa sengaja aku melihat iklan untuk Grand Final Idola Cilik 2013. Ah, acara itu. Ajang pencarian bakat yang mempertemukan aku dengan dia. Dia yang hingga kini ku rindukan.
“Wah, Idola Cilik udah Grand Final aja ya, Fy” aku melirik Via yang tengah menerawang. Dan aku ikut-ikutan menerawang, membuat hati ini sesak karna kerinduan.
“Nggak terasa ya, dulu kita ikut waktu masih kecil banget. Dan ternyata sampai sekarang kita bisa sahabatan” ujarku tersenyum, Via balas tersenyum dan memelukku.
“Gue seneng bisa sahabatan sama elo” aku hanya membalas pelukannya.
“Fy, jangan lupa lho.Besok kita ada acara off air” aku mengangguk.
“Nggak bakal lupa deh, loe udah ngasih tau Kak Febby sama Pricilla?” tanyaku yang dibalas acungan jempol Via.
“Loe kangen sama SIB nggak, Fy? Atau Icil Diva? Icil Divo?” tanya Via.
“Kangen semuanya lah. Kangen masa-masa dulu itu, kangen saat latihan, kangen ketemu komentator, Kak Okky, Kak Oni… ah, kangen semuanya deh” pekikku tertahan. Aku sangat sangat merindukan mereka semua. Dan aku sangat merindukan dia.
“Kalo kangen semuanya… berarti juga kangen waktu duet GF Icil 3 ya? Kangen Rio? Cieee… Ify mukanya merah” aku mendelik kesal pada Via dan segera mengalihkan pandanganku.
“Diem deh, ngasal banget sih” gerutuku saat Via malah ngakak. Ah, kenapa tebakan Via benar? Aku memang merindukan dia. Aku merindukan Rio, pasangan duetku saat ia berada di panggung GF Idola Cilik 3. Aku menunggunya hingga saat ini.
^^^
            Menunggu itu seperti makan buah simalakama. Saat teringat tentang dia, rasa rindu ini semakin besar, hingga membuatku ingin menangis. Tapi, saat mencoba melupakannya, sesak itu bahkan semakin menyiksa. Aku selalu menunggunya, tanpa peduli bagaimana sesak yang ku rasakan. Aku menunggu dia, seorang Mario Stevano Aditya Haling.
^^^
            Saat ini aku dan ketiga sahabatku sedang berada di acara off air di salah satu pusat perbelanjaan terkenal Jakarta. Setelah menyanyikan tiga lagu, akhirnya kami bisa beristirahat. Blink, girlband yang beranggotakan aku, Via,Febby dan Pricilla ini memang sedang naik daun.
“Fy…” aku menoleh,rupanya Via sudah duduk di sampingku.
“Loe yang sabar ya, pasti bakal ketemu” ujar Via lagi. Aku mengeryitkan keningku, keheranan.
“Apanya?” tanyaku heran.
“Tadi gue lihat, waktu nyanyi lagu Andaikan loe hampir nangis” aku tercengang. Begitu jelaskah perasaan sakit ini? Hingga aku hampir menangis. Sebagai leader Blink, aku merasa bersalah. Seharusnya aku bisa lebih professional. Hei, tunggu? Bagaimana Via bisa tau aku sedang merindukan seseorang.
“Maksud loe siapa, Vi?” tanyaku hati-hati. Via nyengir lalu berbisik.
“Rio” aku kaget,bagaimana Via bisa tahu? Aku bahkan tidak pernah bercerita tentang Rio kepada siapapun.
“Gue sahabat loe, jadi pastilah gue tau apa yang ada di hati loe. Kangen banget ya, Fy?” aku meringis dan mengangguk pelan.
“Percaya sama hati loe,kalian pasti ketemu” Via merangkulku. Dan aku selalu berharap begitu, aku pasti ketemu dengan Rio.

^^^
            Pernahkah kalian berada di saat, dimana banyak orang mendukung kalian untuk menyatu dengannya. Tapi banyak pula yang mencaci kalian jika bersamanya. Aku pernah… dan aku tak akan menanggapinya. Karna,,, aku akan setia menunggunya.
^^^
            Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Mataku menatap laptop yang berada di depanku. Lagi lagi aku menghela napas melihat pertengkaran fans-ku dengan komunitas lain. Dan alasannya karna Rio.
“Apa gue nggak pantas buat Rio?” aku bergumam sambil membayangkan wajah Rio saat tersenyum ke arahku. Aku mengalihkan pandanganku ke arah laptop, dan beberapa tweet  menarik perhatianku. Bunyi tweet itu ‘udah nggak perlu ribut. Rise-IFC sahabat. RFM kompak’  dan ‘yang penting RFM udah di resmiin masbos @riostevadit :)’. RFM? Rify Maniac kah? Komunitas yang menggabungkan RISE dan IFC. Aku pernah mendengarnya, selama ini aku tak ambil pusing dengan semua itu. Dengan perlahan, aku mengetikkan keyword  pada pencarian google.
“Ahh..” aku terpekik tertahan. Dan aku melongo melihat fotoku dengan Rio. Aku mengernyit heran,kapan aku pernah foto dengan pose seperti ini. Aku mengamatinya dengan mendetail, dan ternyata semua itu editan. Kemudian aku membuka salah satu cerpen Rify. Rify? Rio-Ify? Aku tersenyum malu-malu saat membaca cerpen itu. Anganku seakan terjun ke dalam cerita itu. Aku benar-benar merindukan Mario-ku.
^^^
            Ada saat dimana ada orang yang sayang dengan kamu. Menyatakan perasaannya kepadamu. Tapi sebaik apapun orang itu, sedekat apapun kamu dengan orang itu, kamu tak akan pernah sanggup untuk menerimanya. Karna hatimu sudah milik orang lain. Meski kamu tak akan pernah tau kapan akan berhenti menanti.
^^^
            Saat ini aku dan Via sedang berada di kamarku. Pulang latihan dengan Blink tadi Via langsung menyeretku dan ikut pulang ke rumahku. Dia malah asyik dengan laptopnya, sedangkan aku hanya memencet-mencet  remote, tanpa melihat channel yang terlihat di monitor TV.
“Ipi” panggil Via. Aku hanya berdehem malas.
“Kenapa sih loe mesti nungguin Rio? Belum tentu Rio punya perasaan yang sama dengan loe” aku terdiam. Aku sadar betul akan hal itu, tapi perasaan ini sangat sulit untuk dihilangkan.
“Kenapa sih, loe nggak nerima cowok yang jelas-jelas sayang sama loe? Kenapa mesti nunggu yang tak pasti?” aku menaikkan sebelah alisku. Siapa yang Via maksud?
“Ray atau Tristan” seolah mendengar apa yang berkecamuk di pikiranku Via menambahkan.
“Mereka berdua nggak sekedar kode-kode kan? Blak-blakan bahkan di media social” aku mengangguk-anggukkan kepalaku. Tristan, adik seorang musisi muda? Dan orangtuanya pun sangat terkenal. Dan Ray? Sahabatku di IC3, sayang hatiku bukan dimiliki Ray. Tapi RIO.
“Gue cuma anggap mereka berdua itu sahabat gue, Via. Nggak lebih” ujarku lirih. Via terdiam mendengar alasanku. Aku lalu menonton TV.
“HAH?!!” mataku terbelalak. Via langsung menghampiriku.
“Ify,,, kenapa?” tanya Via cemas.
“Rio… Rio…”
“Kenapa sama Rio?”
“Rio bakal ke Jakarta.Dia di undang di GF Idola Cilik” jelasku.
“Hah?!!” Via juga kaget mendengarnya.
^^^
            Ada saat, dimana kamu dan dia semakin dekat. Berada tak jauh darimu, tapi ada saja hambatan saat kamu ingin bertemu dengan dia. Dan saat itu, mungkin adalah titik dimana rasa rindumu benar-benar tak terbendung lagi. Dia akan kembali.
^^^
            Aku berdiri dengan gelisah. Hari ini GF Idola Cilik 2013di adakan, tapi Blink malah ada acara off air. Akhirnya acara ini selesai juga. Aku ingin cepat-cepat pergi dari sini. Pesan dari Rio yang aku terima 2 jam yang lalu yang membuat langkahku tergesa-gesa.
---------------------------
From : Rio Stevano
Ify. Gue ada di Jakarta, apa bisa kita ketemu?
Sebelum gue balik ke manado :)
---------------------------
            Aku benar-benar takut kejadiannya akan seperti dulu. Dia yang pulang ke Manado sebelum bertemu denganku. Aku agak kecewa, karna ada acara off air, padahal teman-teman dari Idola Cilik 1 kemarin mengajakku dan Via ke sana.
“Rio… please tunggu gue…” gumamku pelan. Aku tak menghiraukan apapun, bahkan Via langsung mendorongku ke mobil dan akan mengurus masalah Febby dan Pricill yang bertanya-tanya kenapa aku tergesa-gesa.
“Pak, ini Ify.. anak ICyang lain masih ada di dalam kan?” kataku pada satpam saat beliau menahanku dipintu. Setelah satpam itu mengijinkan aku masuk, aku segera memakai topi dan berlari mencari Rio.
“Aku mohon,,,, Rio...” napasku tersengal-sengal akibat aku berlari. Air mataku sudah mengambang karna sampai saat ini aku tak menemukan Rio.
“Ify…” suara itu. Aku mengenalnya, aku membalikkan tubuhku. Mataku mengerjap-ngerjap, memastikan cowok ini benar-benar dia dan bukan halusinasiku. Cowok itu mendekatiku yang masih terdiam.
“Jangan nangis” cowok itu menghapus air mataku dengan tangannya lalu merengkuhku ke dalam pelukan hangatnya.
“Rioooo” aku terisak di dadanya, tak ku pedulikan jika bajunya akan basah karna air mataku.
“Maaf… maaf membuat menunggu…” aku mengangguk di pelukannya.
“Jangan tinggalin gue,jangan pergi dari hidup gue” tuntutku.
“Nggak akan Fy, karna gue sayang sama loe” aku mendongak dan mendapati sepasang mata teduh itu menatapku.
“Aku cinta kamu Alyssa Saufika Umari, Would you be my girl?” aku membelalakkan mataku. Rio tersenyum manis.
Yes, I would  Mario Stevano Aditya Haling”  Rio kembali memelukku.
“Makasih Fy”
“Cieeeeeee” aku tersentak dan melihat teman-teman IC, ada di sana. Debo, Dayat, Sion, Patton, Lintar, Angel, Kiki, dll sedang tersenyum jahil ke arahku dan Rio.
“Rioo…” aku menyembunyikan wajahku yang merah di pelukan Rio.
“Ciee… main peluk-pelukan” goda Angel.
“Dunia terasa milik berdua euy” Debo tersenyum jahil.
“Kita mah ngontrak” celetuk Dayat. Rio terkekeh melihat aku semakin malu.
^^^
            Dan pada akhirnya kesabaranku menunggu ini membuahkan hasil. Penantianku tak sia-sia karna dia juga menyayangiku. Aku dan dia bisa menjadi kita. Aku dan dia akan bahagia.Alyssa for Mario dan Mario for Alyssa.

***********

Tidak ada komentar:

Posting Komentar