Jumat, 22 November 2013

Untitled 7 (??)

Perasaan itu..
seakan datang kembali
datang disaat yang tak tepat
saat ku sudah menemukannya,
menemukan penggantimu

Apa yang harus ku lakukan
semuanya terasa begitu salah
ku membutuhkan mu,
tapi bagaimana dengan dia?

Saat bersamanya,
ku mendapatkan sebuah kepastian
kepastian perasaannya padaku,
yang sudah kupercayai itu

Tapi saat bersamamu
kuakui, aku tak mendapat semuanya
aku tak mendapatkan sebuah kepastian
dan juga sebuah kepercayaan

Tapi, mengapa aku merasa nyaman saat denganmu?
saat berada disampingmu
saat kau menyapaku
saat kau berbicara padaku

Beri aku kepastian yang sangat pasti
agar aku dapat memilih
memilih yang terbaik untukku
untuk selamanya..






-gaje part 7-
 

Kamis, 21 November 2013

" Sahabat Rinduku " by Mario Stevano

Tadikan lagu "Temani Aku".. sekarang lagu " Sahabat Rinduku "
langsung aja ya..
cekidott...



" Sahabat Rinduku "

Tak pernah kusadari ternyata dibening matamu
Terpancar kelembutan
Tak pernahku bayangkan dibalik getar suaramu
Tersimpan sikap bijak slalu

Bersama kita lewati hari
Suka dukapun kita lalui
Sahabat
Dalam sayangmu kutemukan kedamaian

Bersama kita lewati hari
Rasa seperjuangan kita
Sahabat
Dalam rindumu kutemukan kebahagiaan

Kini rasanya ku bernafas lega
Karna doa arti yang nyata
Namun masih
Kaulah yang selalu ada

Kini aku salah satu diantara mereka
Yang paling bahagia
Karna doamu
Karna sayangmu
Karna cintamu,sahabat

Bersama kita lewati hari
Suka duka pun kita lalui
Sahabat
Dalam rindumu kutemukan kebahagian

Kini rasanya ku bernafas lega
Karna doa arti yang nyata
Namun masih
Kaulah yang selalu ada

Kini aku salah satu diantara mereka
Yang paling bahagia
Karna doamu
Karna sayangmu
Karna cintamu,sahabat

Karna cintamu sahabat




ini video waktu MnG di Cirebon :))


Sekali lagi maaf ya kalau ada yang salah:) . yang tau kesalahannya coment oke:)
Thanks..



" Temani Aku " by Mario Stevano

Oke... dalam posting-an kali ini aku akan menulis lirik lagu Rio yang berjudul  "Temani Aku" . Karna mungkin dari kalian masih bingung "yang mana sih lagunya ?" "enak gak?" .Dan aku kasih tau,lagu ini gak enak,karna bukan makanan:) (oke ini gaje-_-)
Lebih baik langsung aja ya ....
cekidottt...


" Temani Aku"

Hari berlalu
Bulan berlalu
Tahunpun berlalu
lambangkan s'gala resah yang ada
pada orang yang sama

Temani aku..
rasakan cinta, hatiku resah..o..o..
Temani aku..
rasakan rindu, hatiku gelisah..
Dimana...?

Atau hanya angan yang akan menyiksa
meski perlahan tapi pasti o...
Ku jatuh cinta padamu..

Temani aku rasakan cinta
Andai kau tahu ku memendam rasa
Tiada sulit di mengerti..

Temani aku rasakan cinta
Hati ku resah o...
Temani aku rasakan rindu
Hati ku gelisah...
Temani aku rasakan rindu
Hati ku gelisah...  dimana...
Rasakan cinta...



supaya nge feel(?) aku kasih videonya..ini pas dia MnG di Jakarta :))




oh ya,untuk liriknya.maaf kalau salah ya.ini menurut pendengaranku loh ^^

Thanks..
bye..





Untitled 6 (??)

Hari berlalu..
Bulan berlalu..
Tahunpun berlalu..
Ku akan tetap setia menunggumu

Menunggu sebuah jawaban
yang s'lalu menjadi tanya bagiku

Aku tau ini mungkin tak penting untukmu
dan tak ada gunanya
tapi kau tau?
ini semua sangat berarti untukku

Dan akupun tau..
kau tak mengetahui diriku
mengetahui keberadaanku
bahkan tidak peduli adanya diriku dalam hidupmu

Aku rasa ...
kau hanya menganggapku sebuah benalu
yang datang dalam hidupmu
tanpa kau inginkan

Dan seperti air mengalir
yang hanya melewati mu dalam sekejap mata 

Tapi kau tau?
aku selalu diam
diam menunggu
dan bersembunyi dihatimu 
yang tak terjangkau oleh dirimu sendiri

Aku harap kau mengetahui semua itu
mengetahui bahwa aku ada
ada didunia ini
bahkan ada dihatimu..





-gaje part6-

Untitled 5 (??)

Tak banyak kata yang dapat ku ukir
semuanya hilang begitu saja
kata demi kata berjalan menghindariku
tak tau kemana ia pergi

Aku bingung apa yang harus aku lakukan 
apakah ku harus selalu seperti ini,
menunggunya untuk ke sekian kali
tanpa adanya sebuah kepastian

Apaka ini takdirku?
apabila benar bahwa ini jalan hidupku
ku akui,ini sangat menyakitkan
menyakitkan bagi perasaan ini

Apabila ku diberi dua pilihan 
antara dipertemukan dengannya
dengan tidak pernah bertemu dan mengenal,
maka aku akan memilih tidah pernah mengenal

Hidup ini begitu sulit untukku
semua yang kujalani terasa begitu salah
setiap langkahku,setiap nafasku
tak pernah berguna..






-gaje part5-


Untitled 4 (??)

Kata itu..
kata yang s'lalu membuatku teringat padamu
kata yang sangat sederhana namun menyakitkan
kata yang takkan pernah absen dari pikiranku

Dulu..
Ya dulu, saat kita bertemu
ku percaya bahwa kau sangat berbeda
bahwa kau adalah pilihan terbaik untukku

Tapi kata itu..
kata yang entah benar atau tidak
telah kau ucapkan
dihadapanku..dihadapan semuanya

Detik itupun
ku merasa ada sebuah perasaan yang beda
persaan yang membuatku jatuh
perasaan sakit yang teramat sakit

Sadarkah engkau dengan semua ini?
dengan ucapan yang t'lah kau keluarkan

Tidakkah kau melihatku?
melihat isi hatiku yang seakan hancur
hancur karna dirimu


Kurasa....
semua yang t'lah kulakukan
yang t'lah ku ucapkan
tak pernah berarti untukmu
Selamanya........


-gaje part4-





Selasa, 19 November 2013

#EDISIGALAU._.













Oke.. dalam posting-an kali ini kita akan membicarakan tentang GALAU.
Mungkin dari sebagian remaja-remaja sampai yang berkepala 7+ sudah tidak asing lagi dengan kata-kata ini kan? tapi.. apakah kalian tau arti dari kata Galau?



mungkin bisa difenisikan seperti ini :
>> ketika merasakan pikiran yang bercampur aduk. Ketika kita memilih diantara 2 pilihan atau lebih, kita akan merasa bingung.Intinya galau itu bisa disimpulkan sebagai "suasana hati yang bimbang".

Tapi waktu aku search tentang sejarah dan pencetus kata Galau,ternyata ada keterangannya. 
untuk alamat Website maaf banget aku lupa lagi-_-.tapi kalian bisa cari sendirikan? '-' hehe
Dalam artikel itu menyatakan bahwa seseorang yang pertama kali mencetus kata "Galau" adalah salah satu anggota dari jejaring sosial Twitter, yaitu “@Poconggg”.
Tapi aku belum observasi(?) ,jadi gak tau bener atau enggaknya.Tapi dijamain insyaallah bener ^^ .

> Oke,kita kembali ke topik awal. kan udah diterangin tuh kalau "Galau itu ketika kita merasakan suasana hati yang sedang bimbang". Tapi, gak tau awalnya dari mana, pencetus barunya siapa, atau pura-pura amnesia(?).
Remaja zaman sekarang malah mengartikan kata "Galau" dengan sesuatu yang menyedihakan.maksudnya saat kita diputusin sama pacar (contoh),terus nangis ,diem dipojokan(?),menyendiri,gak mau diganggu. Terus ada temen yang nanya. "Kamu kenapa?" atau "Lo kenapa sih?"
dan kalian malah ngejawab "Gw lagi galau!"
Nah,itu yang bikin aku bingung.Kalau Galau ya Galau, kalau sedih ya sedih. Jangan digabung. Satu aja ribet,ini udah dibawa dua-duanya. kecuali,kalau diantara mereka ada yang bingung,antara balikan lagi atau enggak.Itu baru galau. lah ini,mau balikan aja kagak dibilang galau.
Atau mungkin aku yang salah ngertiin ya? Bodo ah, aku juga bingung(?) << Termasuk Galau
Atau bisa juga pas mau berangkat sekolah gak dikasih bekel sama Ortu. disekolah diem,gak mau ngomong.pas ditanya "lagi galau". Haduh...-_-

Oh ya.. untuk para galauers (bener gak sih nulisnya? maklum saya bukan pengidap(?) galau)
aku beri sedikit saran sama kalian.
> Apabila kalian memiliki suatu masalah atau bingung dalam menentukan suatu hal,jangan berlarut-larut. Boleh sih kita merasakan galau tapi jangan lebay juga.
Dan kalau kalian malah memperpanjang kesempatan "si Galau" untuk menguasai diri kita, secara perlahan-lahan kita bakal ...........ya.. You know lah,apa yang akan terjadi .


Oke..mungkin hanya segitu yang bisa aku sampaikan tentang "Galau".maaf kalau ada penyampaian yang salah.namanya juga anak poloss belum pernah pacaran wkwk ._.v

And Dare To Be Selawww
" V " Love And Gaull
Bye...




" WAITING_Rio's POV " (Copast)

Kembali lagi dengan cerita " waiting ",tetep copast ya:) .tapi yang Rio's POV... ini tuh kaya waiting yang tadi tapi pake sudut pandang dari Rio. jadi kalo ada adegan yang sama dengan yg kemarin ya emang wajar kok :D kan samaan :)
> Author : Wulan
   Twitter :  @Wulan_VBlues


I hope You like....


#Waiting_Rio's POV


***
            Rindu itu akan terasa saat kita dipisahkan jarak, ruang dan waktu. Rindu itu saat aku tak bisa melihat senyuman itu lagi. Dan rindu itu, saat aku menunggu waktu untuk bertemu denganmu, Alyssa Saufika Umari.
***
            Aku merebahkan badanku di kasur kesayanganku, seharian ini sangat melelahkan. Bukan fisikku yang lelah, tapi hatiku. Entah kenapa, bayangan cewek itu selalu mengganggu pikiranku. Akumengambil handphoneku, lalu mencari-cari sebuah video. Video saat aku mengikuti Grand Final Idola Cilik 3. Alunan melody dari jari lentik itu terasa menentramkan hatiku.
“Ify…” gumamku. Aku mulai memejamkan mata, membiarkan kenangan itu menyeruak, tak peduli akan sakitnya saat aku membuka mata lagi.
“Ayo, Rio…”
“Tapi, Ma… Rio belum pamit sama Ify”
“Rio sayang… pesawatnya udah mau berangkat, ayo sayang…”
“Tapi, Ma…”
“Kalian akan bertemu lagi, Yo”
Mimpi itu lagi. Aku teringat saat itu, saat di mana awal kesalahanku. Aku pergi tanpa sempat pamit kepada Ify, dan hingga kini aku belum bertemu lagi dengannya. Aku sangat menyesal.
“Aaarrgghh…” aku mengacak rambutku frustasi. Ify Ify Ify dan Ify, hanya nama itu yang membuatku seperti ini.
“Rio, tadi kamu teriak, kamu kenapa?” mama langsung menghampiriku dengan cemas.
“Hehehe, nggak papa kok, Ma. Rio lagi belajar acting, keren kan?” jawabku sambil nyengir.
“Kamu ini, ada-ada aja. Jangan teriak-teriak lagi” kata mama sambil mengacak rambutku.
“Siap,komandan” ujarku dengan gaya hormat ala tentara, mama terkekeh lalu keluar dari kamarku.
“Hh… gue kangen loe, Fy”
***
            Akud an kamu memang tidak bersama. Tapi aku yakin, aku dan kamu akan menjadi kita. Meski harus menanti bertahun-tahun lamanya, aku rela. Karna aku mencintaimu, Alyssa.
***
            Aku segera mengambil laptopku dan meng-connect-kannya ke internet. Hal yang diam-diam menjadi rutinitasku adalah mencari hal-hal seputar RFM. Komunitas yang aku resmikan saat ulang tahunku itu, bukan sekedar aku resmikan. Karna sebenarnya ada harapan, agar aku dan dia bisa bersama. Seperti harapan anak Rise-IFC yang bersatu menjadi RFM. Rify Maniac.
“Ify…Ify… kapan ya kita bisa ketemu? Kapan ya kita bisa duet lagi? Kalau kita duet kayaknya bisa ngalahin Anang-Ashanty nih” aku cengar-cengir gaje dengan pikiranku sendiri. Aku lalu meneruskan membaca cerbung di hadapanku.
“Woii bro..” aku melirik malas pada Kak Acell yang sudah nyengir ke arahku. Benar-benar mengganggu lamunanku tentang Ify. Aku menutup laptopku lalu menghadap kakakku satu-satunya itu.
“Apa?” balasku malas.
“Muka loe kucel amat? Kaya cucian belum disetrika” kak Acell mengamatiku lebih detail.
“Tapi loe kaya gini semenjak pulang dari MnG Jakarta waktu itu”
“Hah?!” aku kaget dengan penilaian Kak Acell. Masa sih aku beda? Yah, kalau tentang Meet n Greet Jakarta waktu itu aku memang agak kecewa. Karna aku berharap bisa bertemu dengan Ify, tapi nyatanya tidak.
“Sok tau” dengusku lalu tak menghiraukan ocehan Kak Acell.
***
            Menunggu itu suatu pengharapan. Entah sampai kapan aku berharap, sedangkan banyak diluar sana yang sama-sama memperhatikanmu. Mereka yang tak terpisahkan jarak denganmu. Mereka yang bisa menatapmu sesuka hati, mereka yang mampu mengucapkan ‘I love you’ padamu. Tak sepertiku yang disini, yang iri dengan apa yangdilakukan mereka.
***
            Malam ini setelah belajar aku segera membuka youtube. Lalu mencari lagu-lagu yang sudah di-cover Ify. Lagu Andaikan ciptaan Ify ini terasa menentramkan hatiku. Liriknya penuh makna, entah ditujukan kepada siapa.
“Lagu ini buat siapa, Fy? Ray? Tristan? Atau… gue Fy?” aku terdiam saat menemukan sebuah video. Lagu when you’re gone-nya Avril Lavigne yang di-cover Ify dengan Tristan pada saat hari ultahku  kemarin merupakan pukulan bagiku.
“Ify…Tristan” aku bukannya tidak tahu siapa itu Tristan. Teman sekolah Ify yang suka pada gadis itu, dan Ray sahabatku waktu di Idola Cilik juga menaruh perhatiannya pada Ify. Bahkan Ray berani blak-blakan di media social, tak seperti aku yang hanya berani menebar ‘kode-kode’ saat MnG.
“Hh..” lagi-lagi aku menghela napas, rasanya sesak sekali menerima semua itu. Aku mengambil gitarku dan mulai memetik senarnya.
I’m broken, do you hear me?
I’m blinded, ‘cause you are everything I see
I’m dancing alone, I’m praying
That your heart will just turn around
           
And as I walk up to your door
My head turns to face the floor
‘cause I can’t look you in the eyes and say

When he open his arms and holds you close tonight
It just won’t feel right, ‘cause I can love you more than this
When he lays you down, I might just die inside
It just don’t feel right, ‘cause I can love you more than this…
Can love you more than this….
[One Direction – More than this]
“Gue cemburu Fy…” aku tersenyum pedih dan mengambil foto Ify yang diam-diam ku simpan.
***
            Jika ada kesempatan aku akan memangkas jarak di antara kita. Aku akan merengkuhmu dalam pelukanku hingga aku tak perlu merasakan sesak ini lagi. Setelah lamam enunggu, aku tak akan pernah mundur darimu. Ify… aku kembali.
***
            Aku mengernyitkan keningku heran, saat di sekolah tadi mama menyuruhku cepat-cepat pulang. Dengan berat hati aku meninggalkan rutinitasku bermain basket sepulang sekolah.
“Ada apa,Ma?” tanyaku.
“Duduk dulu, Yo” aku langsung duduk di depan mamaku. Aku sedikit tegang saat menyadari mama tengah menatapku dengan serius. Mama tidak bermaksud menjodohkanku kan? Aku langsung terbayang cerpen rify yang ku baca semalam. Kalau yang bakal dijodohin ama Ify sih mau mau aja hehehe… tapi kalo ama yang lain? BIG NO.
“Rio…”
“Ya, Ma?”
“Kamu diundang sebagai bintang tamu di Grand Final Idola Cilik 2013
“Hah?!” aku hanya melongo mendengarnya. Benarkah? Aku di undang? Apakah nanti Ify juga diundang? Apa aku bisa bertemu dengannya setelah sekian lama tak bertemu.
“Jadi gimana, Yo?” pertanyaan mama membuyarkan lamunanku.
“Rio mau, Ma” jawabku mantap dengan bersemangat, kelewat bersemangat malah. Aku jadi malu sendiri saat mama menatapku penuh arti.
“Semangat banget, Yo?” goda mama.
“Ngg…itu, Ma. Rio kangen aja ama suasana Idola Cilik” jawabku sedikit gugup.
“Bukan kangen sama teman duet kamu?” aku terdiam, tumben banget sih mama godain aku mulu.
“Eh..nggak kok, Ma. Rio biasa aja sama Ify” jawabku salting.
“Lho emang mama bilang kamu kangen sama Ify? Kan mama bilang temen duet, Yo. Lintar juga pernah duet sama kamu, Patton juga, kok kamu malah bilang Ify? Nah…ketahuan kan kalo lagi mikirin Ify” aku diam saja, wajahku pasti sudah merah sekali. Siaaal… kenapa jadi salah ngomong.
***
            Berapa banyak waktu lagi yang ku perlukan untuk menunggumu? Kita sudah semakin dekat, entah kamu merasa atau tidak. Aku disini, di tempat pertama kita bertemu. Berharap waktu itu terulang lagi dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatanl agi, Alyssa-ku.
***
            Akhirnya aku tiba juga di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Panas Jakarta seakan menyambutku. Diam-diam aku tersenyum, jarakku dengan Ify semakin pendek.
“Masih lama, Ma?” tanyaku saat menunggu jemputan.
“Sebentar lagi kok, ini lagi di hubungi” aku mengangguk lalu mengeluarkan sebuah novel dari tasku.
“Kamu baca apa,Yo?” tanya mama.
“Novel? Sejak kapan kamu suka baca novel? Biasanya juga baca komik?” mama mengerutkan kening heran.
“Iseng aja kok, Ma. Bagus sih ceritanya” jawabku, mama hanya mengangguk. Novel ini kan bukan sekedar novel buatku. Novel yang ku dapat saat Meet n Greet di Malang waktu itu memang istimewa buatku. Terlebih nama tokohnya menggunakan namaku dan Ify.
“Ayo” mama menarikku menghampiri mobil yang akan membawaku ke hotel. Setelah segala urusan selesai, disinilah aku. Di ruang latihan bersama sahabatku Lintar. Aku senang bisa bertemu dengan Lintar, sahabatku yang sering aku jahili dengan Alvin dulu. Senang bisa ketemu Debo, yang selalu menjadi idolaku. Senang bertemu Patton, Kiki dan Angel, alumni idola cilik. Tapi tetap saja ada rasa kecewa, kenapa Ify tak di undang? Kenapa tak ada duet seperti dulu lagi?.
“Rio…bisa focus sebentar? Latihannya bentar lagi selesai kok” teguran  Kak Oni menyentakkanku ke alam sadar. Aku mengangguk dan minta maaf, lalu mulai focus latihan.
“Hh..  capek” dengus Lintar di sampingku. Aku tak menanggapinya, aku mengambil novelku lagi.
“Eitts…apaan nih?” Debo menyambar begitu saja novel dari tanganku.
“Heh, balikin” aku langsung merebut novel itu, nggak rela banget novelnya rusak oleh ulah usil Debo.
“Nggak salah loe baca novel?” tanya Debo sambil mengerutkan keningnya.
“Judulnya apa?” tanya Patton.
SAVO”jawabku pendek.
“Pinjem…” tangan Lintar hampir meraih novelku, tapi segera ku tepis.
“Boleh, tapi kamu mesti ngasih gue chitato satu kardus” ujarku menyeringai jahil.
“Huh…dasar Mr. Chitato pelit..” gerutu Lintar yang disertai kekehan yang lain minus Lintar.
***
            Aku memang tak sempurna, aku tak seberani mereka yang terang-terangan menyatakan perasaannya padamu. Tapi jika diberi kesempatan, aku akan mengatakannya bahwa aku mencintaimu. Sekarang, atau tidak sama sekali?! I love you Ify-ku.
***
            Aku menatap layar handphone-ku terus-menerus. Sebentar saja jari-jariku sudah mengetik sebuah sms, tapi aku malah menghapusnya. Begitu seterusnya, entah apa yang ingin ku lakukan, aku benar-benar menanti kehadiran Ify.
“Yo, sebentar lagi kita tampil” panggil Lintar, aku hanya mengacungkan jempol.Dengan memantapkan hati aku mengirim sms kepada Ify, semoga nomernya belum ganti.
---------------------------
To : Ify Haling
Ify. Gue ada di Jakarta, apa bisa kita ketemu?
Sebelum gue balik ke manado :)
---------------------------
Aku terkekeh sebentar. Ify Haling? Pasti jika ada yang melihat nama Ify di handphone-ku langsung syok. Aku lalu menghampiri Lintar yang masih menungguku. Acaranya meriah, walau tak semeriah saat angkatanku. Setidaknya aku senang bisa bertemu dengan Rise dan… RFM. Setelah acara Grand Final ini selesai, aku langsung meluangkan waktuku dengan anak-anak Rise dan RFM. Aku cengo saat menatap baju anak RFM. Mario-Alyssa? Aku malu, tapi ada perasaan senang juga.

            Aku melihat antusias saat rombongan anak alumni Idola Cilik 1 berjalan ke arahku. Tapi lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan. Ify tidak ada, hanya Day, Sion dan beberapa anak lain, tanpa IFY.
“Kenapa,Yo?” tanya Lintar yang berada di sebelahku.
“Nggak papa” aku melirik jam tanganku. Sudah dua jam berlalu sejak sms ku tadi. Apa Ify nggak bisa datang? Apa Ify bahkan sudah lupa denganku? Aku merindukanmu Fy. Aku menyingkir dari teman-temanku.
“Fy…” aku berjalan sendirian. Mataku menatap nyalang, aku menghembuskan napas kasar. Tunggu, kenapa ada seorang cewek berdiri di sana. Apa dia Ify?
 “Ify…” panggiku ragu. Cewek itu membalikkan badannya, benar dia Ify. Aku  mendekati Ify yang masih terdiam.
“Jangan nangis” aku menghapus air matanya dengan tanganku lalu merengkuhnya ke dalam pelukanku.
“Rioooo” aku tersentak saat Ify mulai terisak di pelukanku, air matanya membasahi bajuku.
“Maaf…maaf membuatmu menunggu…” aku mengeratkan pelukanku.
“Jangan tinggalin gue, jangan pergi dari hidup gue” tuntutnya. Apa berarti Ify mempunyai perasaan yang sama denganku?
“Nggak akan Fy, karna gue sayang sama loe” Ify mendongak saat aku tengah menatapnya.Matanya memancarkan rasa sakit, harapan dan kerinduan. Apa semua ini karenaku?
“Aku cinta kamu Alyssa Saufika Umari, Would you be my girl?” Ify membelalakkan matanya. Aku hanya tersenyum melihat reaksinya.
Yes, I would  Mario Stevano Aditya Haling” aku kembali memeluknya.
“Makasih Fy”
“Cieeeeeee” aku sedikit tersentak, ternyata aku melupakan teman-temanku. Benar saja mereka semua tersenyum jahil padaku dan Ify.
“Rioo…” Ify menyembunyikan wajahnya yang memerah karna malu di pelukanku.
“Ciee…main peluk-pelukan” goda Angel.
“Dunia terasa milih berdua euy” Debo tersenyum jahil.
“Kita mah ngontrak” celetuk Dayat. aku terkekeh melihat Ify semakin malu.
***
            Ini adalah akhir dari sebuah penantian. Aku yang selalu merindukanmu, aku yang terlalu takut mendapat penolakanmu. Tapi aku yang bahagia saat kamu membalas perasaanku. Aku mencintaimu Alyssa, entah sampai kapan, semoga selamanya. Mario for Alyssa and Alyssa for Mario.
***


" WAITING " (Copast)

Oke..kembali lagi dengan cerpen Copast-an. Maaf ya ceritanya punya orang terus,maklum aku bukan penulis :)
Author : Wulan
Twitter :  @Wulan_VBlues
kita langsung ke cerita...

CEKIDOTTT....

i hope you like....


" Waiting "


Pernahkah kamu melakukan sebuah penantian tak berujung? Yang kamu tak tahu kapan akan berakhir. Pernahkah kamu merindukan seseorang, yang kamu sendiri tak yakin apakah orang itu merindukanmu juga? Ya, aku pernah. Dan aku merasakannya hingga saat ini.
^^^

Aku sedang menatap layar ponselku, lebih tepatnya sebuah foto saat Via, sahabatku menerobos masuk ke kamarku. Aku mendengus pelan saat melihat ia nyengir ke arahku.
“Ify, loe lagi ngapain?” tanya Via sembari mendekat ke arahku.
“Nggak liat gue lagi nonton TV?” dengusku. Well, lebih baik aku tidak memberitahu apa  yang tadi ku lakukan sebelum dia datang. Tanpa sengaja aku melihat iklan untuk Grand Final Idola Cilik 2013. Ah, acara itu. Ajang pencarian bakat yang mempertemukan aku dengan dia. Dia yang hingga kini ku rindukan.
“Wah, Idola Cilik udah Grand Final aja ya, Fy” aku melirik Via yang tengah menerawang. Dan aku ikut-ikutan menerawang, membuat hati ini sesak karna kerinduan.
“Nggak terasa ya, dulu kita ikut waktu masih kecil banget. Dan ternyata sampai sekarang kita bisa sahabatan” ujarku tersenyum, Via balas tersenyum dan memelukku.
“Gue seneng bisa sahabatan sama elo” aku hanya membalas pelukannya.
“Fy, jangan lupa lho.Besok kita ada acara off air” aku mengangguk.
“Nggak bakal lupa deh, loe udah ngasih tau Kak Febby sama Pricilla?” tanyaku yang dibalas acungan jempol Via.
“Loe kangen sama SIB nggak, Fy? Atau Icil Diva? Icil Divo?” tanya Via.
“Kangen semuanya lah. Kangen masa-masa dulu itu, kangen saat latihan, kangen ketemu komentator, Kak Okky, Kak Oni… ah, kangen semuanya deh” pekikku tertahan. Aku sangat sangat merindukan mereka semua. Dan aku sangat merindukan dia.
“Kalo kangen semuanya… berarti juga kangen waktu duet GF Icil 3 ya? Kangen Rio? Cieee… Ify mukanya merah” aku mendelik kesal pada Via dan segera mengalihkan pandanganku.
“Diem deh, ngasal banget sih” gerutuku saat Via malah ngakak. Ah, kenapa tebakan Via benar? Aku memang merindukan dia. Aku merindukan Rio, pasangan duetku saat ia berada di panggung GF Idola Cilik 3. Aku menunggunya hingga saat ini.
^^^
            Menunggu itu seperti makan buah simalakama. Saat teringat tentang dia, rasa rindu ini semakin besar, hingga membuatku ingin menangis. Tapi, saat mencoba melupakannya, sesak itu bahkan semakin menyiksa. Aku selalu menunggunya, tanpa peduli bagaimana sesak yang ku rasakan. Aku menunggu dia, seorang Mario Stevano Aditya Haling.
^^^
            Saat ini aku dan ketiga sahabatku sedang berada di acara off air di salah satu pusat perbelanjaan terkenal Jakarta. Setelah menyanyikan tiga lagu, akhirnya kami bisa beristirahat. Blink, girlband yang beranggotakan aku, Via,Febby dan Pricilla ini memang sedang naik daun.
“Fy…” aku menoleh,rupanya Via sudah duduk di sampingku.
“Loe yang sabar ya, pasti bakal ketemu” ujar Via lagi. Aku mengeryitkan keningku, keheranan.
“Apanya?” tanyaku heran.
“Tadi gue lihat, waktu nyanyi lagu Andaikan loe hampir nangis” aku tercengang. Begitu jelaskah perasaan sakit ini? Hingga aku hampir menangis. Sebagai leader Blink, aku merasa bersalah. Seharusnya aku bisa lebih professional. Hei, tunggu? Bagaimana Via bisa tau aku sedang merindukan seseorang.
“Maksud loe siapa, Vi?” tanyaku hati-hati. Via nyengir lalu berbisik.
“Rio” aku kaget,bagaimana Via bisa tahu? Aku bahkan tidak pernah bercerita tentang Rio kepada siapapun.
“Gue sahabat loe, jadi pastilah gue tau apa yang ada di hati loe. Kangen banget ya, Fy?” aku meringis dan mengangguk pelan.
“Percaya sama hati loe,kalian pasti ketemu” Via merangkulku. Dan aku selalu berharap begitu, aku pasti ketemu dengan Rio.

^^^
            Pernahkah kalian berada di saat, dimana banyak orang mendukung kalian untuk menyatu dengannya. Tapi banyak pula yang mencaci kalian jika bersamanya. Aku pernah… dan aku tak akan menanggapinya. Karna,,, aku akan setia menunggunya.
^^^
            Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Mataku menatap laptop yang berada di depanku. Lagi lagi aku menghela napas melihat pertengkaran fans-ku dengan komunitas lain. Dan alasannya karna Rio.
“Apa gue nggak pantas buat Rio?” aku bergumam sambil membayangkan wajah Rio saat tersenyum ke arahku. Aku mengalihkan pandanganku ke arah laptop, dan beberapa tweet  menarik perhatianku. Bunyi tweet itu ‘udah nggak perlu ribut. Rise-IFC sahabat. RFM kompak’  dan ‘yang penting RFM udah di resmiin masbos @riostevadit :)’. RFM? Rify Maniac kah? Komunitas yang menggabungkan RISE dan IFC. Aku pernah mendengarnya, selama ini aku tak ambil pusing dengan semua itu. Dengan perlahan, aku mengetikkan keyword  pada pencarian google.
“Ahh..” aku terpekik tertahan. Dan aku melongo melihat fotoku dengan Rio. Aku mengernyit heran,kapan aku pernah foto dengan pose seperti ini. Aku mengamatinya dengan mendetail, dan ternyata semua itu editan. Kemudian aku membuka salah satu cerpen Rify. Rify? Rio-Ify? Aku tersenyum malu-malu saat membaca cerpen itu. Anganku seakan terjun ke dalam cerita itu. Aku benar-benar merindukan Mario-ku.
^^^
            Ada saat dimana ada orang yang sayang dengan kamu. Menyatakan perasaannya kepadamu. Tapi sebaik apapun orang itu, sedekat apapun kamu dengan orang itu, kamu tak akan pernah sanggup untuk menerimanya. Karna hatimu sudah milik orang lain. Meski kamu tak akan pernah tau kapan akan berhenti menanti.
^^^
            Saat ini aku dan Via sedang berada di kamarku. Pulang latihan dengan Blink tadi Via langsung menyeretku dan ikut pulang ke rumahku. Dia malah asyik dengan laptopnya, sedangkan aku hanya memencet-mencet  remote, tanpa melihat channel yang terlihat di monitor TV.
“Ipi” panggil Via. Aku hanya berdehem malas.
“Kenapa sih loe mesti nungguin Rio? Belum tentu Rio punya perasaan yang sama dengan loe” aku terdiam. Aku sadar betul akan hal itu, tapi perasaan ini sangat sulit untuk dihilangkan.
“Kenapa sih, loe nggak nerima cowok yang jelas-jelas sayang sama loe? Kenapa mesti nunggu yang tak pasti?” aku menaikkan sebelah alisku. Siapa yang Via maksud?
“Ray atau Tristan” seolah mendengar apa yang berkecamuk di pikiranku Via menambahkan.
“Mereka berdua nggak sekedar kode-kode kan? Blak-blakan bahkan di media social” aku mengangguk-anggukkan kepalaku. Tristan, adik seorang musisi muda? Dan orangtuanya pun sangat terkenal. Dan Ray? Sahabatku di IC3, sayang hatiku bukan dimiliki Ray. Tapi RIO.
“Gue cuma anggap mereka berdua itu sahabat gue, Via. Nggak lebih” ujarku lirih. Via terdiam mendengar alasanku. Aku lalu menonton TV.
“HAH?!!” mataku terbelalak. Via langsung menghampiriku.
“Ify,,, kenapa?” tanya Via cemas.
“Rio… Rio…”
“Kenapa sama Rio?”
“Rio bakal ke Jakarta.Dia di undang di GF Idola Cilik” jelasku.
“Hah?!!” Via juga kaget mendengarnya.
^^^
            Ada saat, dimana kamu dan dia semakin dekat. Berada tak jauh darimu, tapi ada saja hambatan saat kamu ingin bertemu dengan dia. Dan saat itu, mungkin adalah titik dimana rasa rindumu benar-benar tak terbendung lagi. Dia akan kembali.
^^^
            Aku berdiri dengan gelisah. Hari ini GF Idola Cilik 2013di adakan, tapi Blink malah ada acara off air. Akhirnya acara ini selesai juga. Aku ingin cepat-cepat pergi dari sini. Pesan dari Rio yang aku terima 2 jam yang lalu yang membuat langkahku tergesa-gesa.
---------------------------
From : Rio Stevano
Ify. Gue ada di Jakarta, apa bisa kita ketemu?
Sebelum gue balik ke manado :)
---------------------------
            Aku benar-benar takut kejadiannya akan seperti dulu. Dia yang pulang ke Manado sebelum bertemu denganku. Aku agak kecewa, karna ada acara off air, padahal teman-teman dari Idola Cilik 1 kemarin mengajakku dan Via ke sana.
“Rio… please tunggu gue…” gumamku pelan. Aku tak menghiraukan apapun, bahkan Via langsung mendorongku ke mobil dan akan mengurus masalah Febby dan Pricill yang bertanya-tanya kenapa aku tergesa-gesa.
“Pak, ini Ify.. anak ICyang lain masih ada di dalam kan?” kataku pada satpam saat beliau menahanku dipintu. Setelah satpam itu mengijinkan aku masuk, aku segera memakai topi dan berlari mencari Rio.
“Aku mohon,,,, Rio...” napasku tersengal-sengal akibat aku berlari. Air mataku sudah mengambang karna sampai saat ini aku tak menemukan Rio.
“Ify…” suara itu. Aku mengenalnya, aku membalikkan tubuhku. Mataku mengerjap-ngerjap, memastikan cowok ini benar-benar dia dan bukan halusinasiku. Cowok itu mendekatiku yang masih terdiam.
“Jangan nangis” cowok itu menghapus air mataku dengan tangannya lalu merengkuhku ke dalam pelukan hangatnya.
“Rioooo” aku terisak di dadanya, tak ku pedulikan jika bajunya akan basah karna air mataku.
“Maaf… maaf membuat menunggu…” aku mengangguk di pelukannya.
“Jangan tinggalin gue,jangan pergi dari hidup gue” tuntutku.
“Nggak akan Fy, karna gue sayang sama loe” aku mendongak dan mendapati sepasang mata teduh itu menatapku.
“Aku cinta kamu Alyssa Saufika Umari, Would you be my girl?” aku membelalakkan mataku. Rio tersenyum manis.
Yes, I would  Mario Stevano Aditya Haling”  Rio kembali memelukku.
“Makasih Fy”
“Cieeeeeee” aku tersentak dan melihat teman-teman IC, ada di sana. Debo, Dayat, Sion, Patton, Lintar, Angel, Kiki, dll sedang tersenyum jahil ke arahku dan Rio.
“Rioo…” aku menyembunyikan wajahku yang merah di pelukan Rio.
“Ciee… main peluk-pelukan” goda Angel.
“Dunia terasa milik berdua euy” Debo tersenyum jahil.
“Kita mah ngontrak” celetuk Dayat. Rio terkekeh melihat aku semakin malu.
^^^
            Dan pada akhirnya kesabaranku menunggu ini membuahkan hasil. Penantianku tak sia-sia karna dia juga menyayangiku. Aku dan dia bisa menjadi kita. Aku dan dia akan bahagia.Alyssa for Mario dan Mario for Alyssa.

***********

Senin, 18 November 2013

My Idol ^^

IDOLA.....

 Mungkin kalian semua langsung berpikir "siapa idolaku?"
apakah Agnes Monica,Ungu, Jason Mraz, Maroon 5, Blink Indonesia, Coboy Junior ,atau apapun itu.
Atau mungkin kalian belum mempunyai seorang idola?
Nah,dalam posting-an kali ini, aku beri tema "My Idol" (oke.maaf kalau inggrisnya salah-_-)
berarti aku akan menceritakan tentang orang-orang yang aku suka dan aku kagumi, tapi bukan biodata ya, cuma memperkenalkan aja ke kalian yang mungkin belum mengenal mereka :)
Dan mungkin juga kalian bisa milih salah satu idolaku yang akan menjadi calon idola baru kalian..
Oke.... kita mulai dari yang pertama..


1.   Mario Stevano Aditya Haling ( Rio )



> Mungkin sebagian dari kalian tau dia. Kalian gak tau?oke aku beri bocoran.Cowo pecinta Club sepak bola Juventus ini (sekarang) merupakan salah satu finalist atau Runner Up Idola Cilik 3. Ia lahir pada 24 Oktober 1997 di Tomohon,Manado,Sulawesi Utara.Untuk masalah karakter, jangan ditanya,dia tuh orangnya kocak,tengil,lucu,lebay,dan apapun itu,tapi tetep ada sisi kedewasaanya kok.
Dia telah membuat 2 buah lagu yang judulnya "Temani Aku" dan "Sahabat Rinduku", tapi itu yang umum.Untuk lagu Rohani dia juga udah punya,salah satunya adalah "Indah Bersamamu".Dan satu lagi lagu yang dia bawakan saat dia masih di Idola Cilik yaitu "Rindukan Dirimu" yang diciptakan khusus oleh Rian D'Masiv. oke..mungkin hanya segitu yang aku sampaikan tentang dia, soalnya kalau dikasih tau semuanya gak akan selesai.kalau kurang greget(?) sama pembahasannya,silahkan koment atau search sendiri :)).


2.  Alyssa Saufika Umari   ( Ify )
















 > Yang ini pasti udah tau dong.Cewe kelahiran Bandung, 06 Desember 1996 ini sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat,kenapa.. ya kalian tau sendirikan dia sudah bergabung dalam sebuah girlband yang sedang naik daun bernama BLINK.Jauh-jauh haripun dia sudah sangat dikenal masyarakat,karena ia mengikuti Idola Cilik 1 pada tahun 2008 yang diselenggaran oleh salah satu stasiun TV swasta.ya walaupun dia tidak menjadi juara,tetapi karna tekadnya yang sangat kuat untuk berkreasi, sehingga namanya tetap menggema di belantika musik indonesia. Dan bangganya lagi, dia pernah menginjakkan kaki di kerajaan Brunei untuk menyanyi disana.Dan satu lagi,kalau kalian mengenal ify dari cover luarnya yang kalem, tertutup, pendiam dan pemalu,berarti kalian belum kenal baik sama Ify... karena,ia justru orangnya kocak bangett! .keliatan bangetkan dari cara ngomongnya?apalagi kalau salting^^.


3.   Sivia Azizah  ( Via )



















> Ini juga pasti udah tau dong. "Inilah Gadis yang Berimprovisasi dengan Indah" kata-kata ini aku ambil dari Majalah khusus BLINK yaitu OMG. ya,bener banget bahwa cewe kelahiran 14 Februari 1997 ini mempunyai suara yang sangat lembut. Dia juga merupakan salah satu personil Blink seperti Ify, sama halnya dengan Ify, dia juga salah satu finalist ajang pencarian bakat yaitu Idola Cilik 1.Masalah karakter,mungkin banyak yang bilang dia orangnya judes atau jutek, tapi sebenernya dia orangnya baik, bicara suka blak-blakan(?),kenapa begitu? karena dia lebih suka mengutarakan langsung pendapatnya daripada harus dipendam dalam hati,apalagi kalau sampai harus berbohong.



>> sebagian sumber didapat dari Majalah atau Website. (takut salah penyampaian)

Oke... mungkin segitu dulu yang bisa aku tulis tentang idolaku.Sebenernya sih masih banyak banget,tapi mereka-mereka lh yang paling aku kagumi. Tapi tetap ingat,yang harus kalian kagumi lebih dari apapun yaitu Nabi Muhammad S.A.W (bagi muslim) dan tentunya orang tua kita sendiri :))


Bye.....!!








Minggu, 17 November 2013

Untitled 3 (??)

Hancur...
ya,hanya satu kata yang dapat ku ungkapkan saat ini
sebuah kata yang sederhana
namun mampu merubah segalanya

Banyak yang telah merasakan hal ini
seperti apa yang kurasa sekarang
sebuah kehancuran yang dihadirkan
dan diciptakan oleh dirimu

Apakah kau menyadarinya ?
> kurasa tidak
Apakah kau meresponya ?
> kurasa itu tak mungkin

Lalu..
apa yang bisa kau perbuat ?
Menyakiti saja ? lalu melihatnya ?
hanya begitu ?

Aku merasa prihatin padamu,
dimana kau menyimpan hatimu ?
hatimu yang begitu tulus
hatimu yang s'lalu membuatku nyaman
dimana ??

Apakah kau telah membuangnya ?
atau menguburnya ?
beri tau aku..
Aku akan mencarinya dimanapun,
walaupun itu sampai ke ujung dunia

Kau bertanya apa yang ku inginkan ?
sungguh,aku tidak membutuhkan apapun
tapi hanya satu yang ku pinta darimu
aku ingin melihat dirimu yang dulu,
dirimu yang sesungguhnya



- gaje part3-




About Me (?)

Nama                           :  Nadia Chaerani
Nama Panggilan            :  Nadia / Dea
Tempat Tanggal Lahir    :  19 Juni 1997
Alamat                          :  Jl.Bantar No.126 Rt 01/07 Kel.Argasari Kec.Cihideung Kota Tasikmalaya        
                                        (lengkap!!)
E-mail                           :  nchaerani24@yahoo.com
Twitter                          :  @NadiaChaerani
Facebook                     :  Nadia Chaerani
Youtube                        :  Nadia Chaerani
Ask.Fm                        :  http://ask.fm/NadiaaChaerani
Hobby                          :  Hobby-nya labil-_- . Tapi paling suka baca Novel,Cerpen atau Cerbung.
Warna Fav.                   :  Biru dan Hitam.
Angka Fav.                   :  2, 4, 8, 24


> Riwayat Pendidikan
  • TK                     :  TK Al-Ishlah   (maaf kalau salah nulis-_-)
  • SD                     :  > SDN Galunggung 2 Tasikmalaya                                                                                                      > SDN Citayam 4 Depok                                                                                                                  > SDN Cieunteung 2 Tasikmalaya
  • SMP                   :  SMP Negeri 4 Tasikmalaya
  • SMA                  :  SMA Negeri 5 Tasikmalaya
  • Universitas          :  Niatnya antara UGM atau ITB .do'ain aja ya:) (aminn!)
>> maaf gak dicantumin periode tahunnya.lupa lagi.biasa amnesia kumat..

> Riwayat Prestasi
  • untuk riwayat prestasi bingung mau nyantumin apa.Intinya kalau gak salah aku belum pernah juara dalam lomba apapun atas nama diri sendiri. Tapi kalau kelompok / kelas pernah. kalau ditanya lombanya apa aja?ya,kaya sekolah-sekolah biasanya.c/ lomba kedisiplinan,upacara,dsb.
  • Tapi dalam prestasi kelas. Ya,alhamdulillah.selalu masuk 15 besar / 10 besar .ya walaupun gak dikategorikan sebagai sebuah prestasi yang WAW..


>>> Kalau pada nanya. "Kenapa gak nyisipin(?) photo?" . jawabannya : karena aku kurang suka sama memfoto diri sendiri,inget ya KURANG SUKA,bukan gak suka.
dan satu lagi,kalau mau liat gimana aku,bisa mampir ke akun Twitter atau FB yang udah dicantumin diatas :))
Oke...  

Thanks udah mampir ke Blog aku..
And Dare To Be Selawww :D
Byee....!!!






“ IDIOT’S DAD “ (Copast)


Haii, aku bawa cerpen nih,sebenernya ini cerita Copast-an.
Author : Luluk_hf . 
twitter : @luckvy_s 
terus kalau mau baca cerita lainnya kalian bisa lihat di www.hyoluluk.wordpress.com . ceritanya seru-seru :) 
note : siapkan tissu sebelum membaca haha..
 okee dari pada bawel aku kumat,kita langsung aja ke cerita.dibaca yoo... makasih ;) 

hope you like it..  
 

 

" IDIOT’S DAD "

 

Aku memang bukanlah surgamu, Aku memang bukanlah segala-galanya mengalahkan sosok malaikatmu. Tapi setidaknya sedikit saja fikirkan aku, Letakkan namaku sedikit saja di bagian cel otakmu. Itu sudah lebih dari cukup. Aku sangat berterima kasih. Aku menyayangimu seperti Ibu.mu menyayangimu. Aku sangat sangat menyayangimu. ***** Pria ini menata balon-balon yang sudah ia tiup sendiri. Ia menatanya disetiap lubang kayu panjang yang berada di tangan kirinya. Hari ini seperti hari kemarin dan kemarin baginya. Inilah pekerjaanya sebagai penjual balon. Bibirnya tak henti-hentinya senyum-senyum sendiri. Tingkah sedikit aneh. Yah, pria tua ini memang sedikit memiliki keterbelakangan mental. Namun ia tau apa yang sedang ia lakukan, Ia mengetahui siapa namanya, ia mengetahui dengan siapa ia tinggal. Namun ia sedikit tak akan mengerti jika ada orang yang mengajaknya bicara.
“balon. Ayo beli balon. Balonnya saya sendiri yang meniup. Ayo beli balon. Balon untuk bayar sekolahnya Alys. Hehehe. Alys harus sekolah biar jadi anak pintar. Ayo beli balon”itulah yang setiap hari pria tua ini katakana di sepanjang jalan. Tak jarang pun banyak orang yang lewat menganggapnya gila. Namun pria ini Nampak tak peduli. Memang beginilah dirinya yang tidak sesempurna manusia lainnya. Namun ia tetap bersyukur setidaknya ia bisa merasakan bagaimana detakan jantungnya bekerja, bagaimana setiap detik uap hangat akan keluar dari hidungnya.
“balon ayo beli. Hehehe . balonnya banyak. Balonnya untuk sekolah Alys. Alys harus sekolah. Balon ayo di beli “ ***** Gadis cantik bertubuh tinggi, itulah sosok gadis remaja yang bernamakan Alys. Saat ini ia telah duduk di bangku kelas 2 SMA. Ia mengembuskan nafas beratnya, merasakan bagaimana setiap hari sulitnya hidup yang ia rasakan. Hidup hanya sebatang kara. Ah . . tidak. Gadis ini masih mempunyai sosok ayah yang begitu sangat menyayanginya . ayah yang rela melakukan apa saja untuknya. Namun bagi gadis ini lelaki itu adalah sebuah mala petaka baginya. Gadis ini selalu saja mengira bahwa ibunya meninggal dikarenakan ayahnya. Namun pada kenyataanya tidaklah seperti itu. Ibu Alys begitu sayang suaminya. Sampai ia mau menerima sang suami dengan apa adanya. Dan membesarkan seorang gadis cantik seperti Alys. Namun sang ibu mengalami sakit berat dan harus pergi meninggalkan Alys sejak gadis ini berumur 7 tahun.
“Baiklah Alys. Kamu adalah seorang putri cantik di sekolah ini. Tidak akan ada yang tau siapa dirimu sebenarnya. Yang mereka tau bahwa Alys adalah gadis lugu. “ujar Alys lantas memasuki kelasnya dengan penuh tenang. Wajah yang begitu lugu memang tergambar jelas dari ekspreski gadis ini. Siapa pun akan mengira bahwa gadis ini adalah gadis yang memiliki hati yang seperti mutiara. Gadis kecil yang begitu pandai memanipulasi semua yang ada pada dirinnya.
“Pagi Alys .. “serempak semua teman-teman Alys yang memang begitu menunjung tinggi gadis ini. Mereka berlomba-lomba untuk dapat bisa berteman dengan sang putri lugu ini. Putri lugu yang menjelma menjadi seorang anak pemilik perusahaan batu bara terkenal di kota Kalimantan.
“Lys sini. .”panggil Adit yang merupakan kekasih dari gadis ini. Alys menyunggingkan senyumnya dan mengangguk. Ia segera berjalan menghampiri sang pacar.
Alys duduk dibangku sebelah Adit. Kedua anak ini mulai mengobrol ringan seperti biasanya. Adit selalu membanggakan dirinnya karena bisa menjadi kekasih sang putri bernamakan Alys ini.
“Nanti pulang sekolah aku antar pulang ya”ujar Adit yang selalu ingin mengantar Alys pulang. Selama 5 bulan mereka menjalin hubungan menjadi pasangan kekasih. Adit sama sekali tak pernah menginjakkan kakinya di rumah Alys. Karena Alys selalu beralasan bahwa rumahnya jauh, dia sudah dijemput sama supir, mamanya tidak mengizinkan ada orang lain masuk, dan sebagainya.
“Boleh sih. Tapi jangan salahkan kalau tiba-tiba mama aku gak suka sama kamu”ujar Alys santai dan tanpa beban. Raut wajah Adit langsung berubah dengan ketakutan. Ia memfikir ulang kembali kata-katanya.
“Yaudah deh gak jadi. “lanjut Adit. Tentu saja ia tak ingin hubungannya putus dengan sang putri yang penuh kepalsuan ini. Alys tersenyum penuh arti. Kelegaan menyelimuti dirinnya. Setidaknya dewi fortuna kali ini berpihak kembali di posisi dirinya dan menyelamatkannya. ***** Alys membuka pintu rumahnya dengan malas. Dan saat itu juga ia dapat melihat jelas seorang pria paruh baya dengan rambut sedikit beruban langsung berdiri dan tertawa senang sambil sedikit berloncat-loncat.
“Alys pulang. Alys sudah pulang. Anak ayah sudah pulang . Anak ayah sudah pulang “ujar Pak Handi sambil menepuk-nepukkan kedua tangannya. Alys menatap ayahnya dengan wajah tak suka dan penuh kesinisan.
“Cissh . menjijikan”desis Alys tak suka. Pak Handi mengeluarkan sebuah lembaran kertas dari kantongnya yang tak lain adalah uang. Pak Handi lantas menjulurkan tangannya yang terdapat lembaran uang seribu bercampur dua ribuan dan sepuluh ribuan kepada sang anak.
“Balon Ayah laku banyak hehehe Alys bisa beli banyak sepatu dan tas . Alys bisa terus sekolah. Heheh alys bisa makan daging dan ayam . Hehhe. Ini uang untuk Alys heheheh . “ujar Pak Handi tak beraturan. Alys menatap uang tersebut dengan tatapan kosong.
“Berhentilah jadi penjual balon. Aku tidak pernah butuh uangmu . Aku bisa cari uang sendiri”ujar Alys pelan masih menatap uang tersebut dengan tatapan seperti tadi.
“Alys cepat ambil uangnya dan pergi beli sepatu hehehee. Ini uang untuk Alys. Besok ayah akan lebih banyak meniup balon hehe dan menjual balon heheh. Alys biar rajin sekolah dan jadi anak pintar hehehe. “
“Aku bilang berhenti jadi penjual balon. Berhenti ya berhenti . . “ujar Alys masih dengan nada pelan namun lebih penuh penekanan. Alys lebih menundukkan kepalanya.
“Alys uangnya ini banyak , uangnya untuk Alys. Ambil heheh. Ayah tidak butuh. Ayah tadi sudah beli nasi putih dan air putih di warung. Hehe. Ayah sudah kenyang. Hehe biar Alys bisa beli sepatu dan tas yang bagus hehehehe ayo ambil uangnya”Alys mencengram kedua tangannya dengan sangat erat. Menahan bendungan air matanya yang sudah mulai menimbun di pelupuk mata cantiknya.
“AKU GAK PERNAH BUTUH UANGMU!! JADI BERHENTI JADI PENJUAL BALON!! BERHENTI UNTUK MENGURUSIKU!!! “Teriak Alys dengan kencang membuat Pak Handi langsung terdiam seribu bahasa dan raut wajahnya mulai takut. Kedua tangannya pun perlahan mulai ia turunkan.
“Daging ? Sepatu ? Aku gak pernag butuh!!! Lihat dirimu . Apakah kamu pernah memakan ikan? Apakah kamu pernah memakan daging? Bahkan krupuk saja apakah kamu pernah makan ??”
“Aku setiap hari makan semua itu . Aku setiap hari bisa beli sepatu sendiri. Aku setiap hari bisa makan daging. Jadi jangan pernah khawatirkan aku lagi. Aku sama sekali tidak butuh”
“Alys kenapa menangis ? Alys sakit ? Alys menangis ? Apakah uangnya tidak cukup membeli sepatu ??Bagaimana ini ? Alys menangis. Alys menangis. Apa yang harus aku lakukan”Alys menundukkan kepalannya. Kedua tangannya mencengkram erat rok abu-abunya menahan semua rasa sakit di dadanya saat ini.
“Aku harus cari uang lagi untuk Alys. Alys tidak boleh menangis. Alys harus makan daging. Alys harus makan ayam. Alys harus tersenyum. Alys putri ayah yang cantik tidak boleh nangis atau pun sedih. Alys harus tersenyum. Alys tidak boleh nangis. Alys tidak boleh nangis “pak handi meletakkan uangnya tadi di atas meja. Setelah itu ia lantas mengambil topi yang biasa ia pakai jualan dan mulai berjalan keluar rumah.
Alys masih terdiam di tempatnhya semula. Ia dapat mendengar suara gaduh diluar. Dimana sang ayah mengambil perlatan yang biasanya dipakai untuk jualan balon.
“Alys tidak boleh nangis. Aku harus bisa jual banyak balon malam ini. Alys tidak boleh nangis “samar-sama suara itu mulai menghilang. Kaki Alys lemas seketika. Ia langsung terduduk di depan pintu. Entah sebenarnya Alys membencinya atau peduli kepada pria tua itu. Bagi Alys pria itu begitu sangat menyiksanya. Alys sangat benci dengan pria itu tapi kenapa pria itu selalu bersikap seperti ini kepadanya.
DEENGG. .. DENGG. .. DENGG . . .
Alys mendongakkan kepalanya, melihat ke arah jam dinding yang berbunyi menandakan bahwa sekarang sudah jam 10 malam tepat.
“Alys kamu gak perlu mengkhawatirkan pria itu. Pria itu bukan siapa-siiapa. Pria itu yang membuatmu menderita dan membuat mamamu meninggal. Pria itu tidak pantas dikasihani. Alys jangan kasihan. Jangan pernah kasihan”
“Kamu tidak boleh peduli kepada pria itu “
“TIDAK AKAN!!”
****** 00.30 Jalan Raya
“balon . Balon ayo dibeli balonnya. Balon bagus . Balon . Balon. Uangnya untuk Alys. Biar Alys tidak menangis lagi. Alys harus tersenyum. Alys harus beli sepatu hehehe Ayo beli balon . Ayo beli balon “
“Balonnya asli aku yang meniupnya sendiri. Balon siapa yang mau beli balon. Ayo beli balon. Balon . Balon . Balon. Beli balon. Dibeli balonnya hehehehhe . .”
“Balon . . Balon . . Balon. . Balon . . . .” **** Keesokan Pagi
Alys keluar dari kamarnya, ia melihat ke sekitar dan tak ada sosok pria itu di kursi panjang yang biasanaya dibuat tidur oleh sang ayah. Alys seolah tidak peduli dan segera berjalan ke kamar mandi. Ia tak ingin telat berangkat sekolah. Hari ini ia harus mewakili kelasnya dalam perlombaan Miss.School. Dan tentu saja Alys percaya bahwa dirinnya akan menjadi juara pertama seperti tahun yang lalu. Hari ini akan ada acara Festival di sekolah Alys. Dimana terbuka untuk umum. Dan banyak reporter dari luar yang akan meliput acara ini. *****
Pak Handi menyeka keringatnya. Matahari semakin naik ke atas dan semakin panas. Sedari malam ia sama sekali tak berhenti berjalan dan meniup balon yang akan ia jual.Rasa lelah dan letih tak ia rasakan. Di otaknya hanya terfikirkan satu nama yaitu sang anak. Baginya Alys adalah nyawa dan kebahagiannya.
“balon. . Di beli Balon. . Bagus . . Ayo beli balon. . . . “
Langkah Pak Handi berhenti di sebuah sekolah menengah dan tentu jelas ia tau tentang sekolah ini. kedua matanya seolah mendapat sebuah cahaya terang.
“Sekolahnya Alys . Wahh. Rame hehehe. Aku bisa jual balon disana hehe. Alys pasti senang bisa bertemu dengan aku hehehe . Dan balonya terjual banyak . heheh Alys tidak akan menangis lagi . Hehehehehe “
“Aku harus masuk heheheh”
Sebentar lagi waktunya Alys untuk tampil. Ia sudah masuk kedalam 3 besar . Dan final Miss.School sudah di depan mata.
“Ini dia juara bertahan kita Alys Fyza Putri “suara MC menggelegar di seentro sekolah. Dan gadis cantik pun keluar dari belakang stage. Gadis ini melenggang begitu cantik diatas panggung dengan dress selutut dan make-up yang sangat natural. Alys mengembangkan senyum alaminya.
“Balon. . Ayo dibeli balon. Balon hehe. Balon aku yang meniup sendiri hehhe. Balon balon bagus . hehehe balonnya harus terjual biar Alys tidak menangis lagi. Alys tidak boleh menangis. Bantu beli balon. Ayo bantu saya . Hehehe Ayo beli balonnya”
Langkah Alys langsung berhenti di tengah panggung. Dengan jelas dari atas ia dapat melihat sosok pria tua itu . Tubuh Alys mulai menegang. Keringat dingin mulai keluar dari kulitnya. Alys menatap ke orang-orang dan para juri yang binggung kenapa dirinya berhenti tiba-tiba.
“Maaf aku harus pergi “ujar Alys dengan cepat dan segera turun dari panggung. Semua penonton merasa heran sendiri dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu.
Alys segera berlari menjauh dari panggung. Ia berlari menuju ke ruang ganti pakaian. Dengan cepat gadis itu segera mengganti pakaiannya dengan seragam semula. Alys menambahkan jaket ke tubuhnya dan sebuah topi ia kenakkan di kepalannya. Setelah itu Alys mulai keluar dari ruang ganti dan berjalan ke area lapangan dimana tempat fastival diadakan. Alys mencari sesosok pria tua tadi yang tak lain adalah ayahnya.
“balon. . Beli balon. Ayo beli balon. Heheheh dibeli hehehe”banyak sepasang mata yang menatap pria tua ini dengan tatapan aneh, jijik, mengerikkan dan seolah menghindar. Menganggap bahwa pria ini gila.
Dua orang satpam berjalan cepat menuju pria tersebut. Dan saat itu juga dua satpam itu segera menyeret pria tua ini dengan seenaknya dan tanpa rasa kasihan dengan banyak mata yang menonton kejadian ini. Alys mematung ditempat, matanya tak beralih dengan apa yang ia lihat saat ini. Bagaimana pria itu diseret seperti kambing gila.
“Balon. Ayo beli balonnya. Nanti Alys menangis. Ayo dibeli balonnya. Balonnya bagus. Lepaskan saya . Saya harus jual balon ini”
“Alys harus makan daging. Alys harus makan nasi dan jus jeruk kesukaan Alys. Alys tidak boleh kelaparan . Ayo beli balon”teriak pria tua tersebut semakin lantang membuat dua satpam itu semakin kasar kepada pria tua ini.
Alys menghembuskan nafas beratnya berkali-kali. Ia mmebenahkan topinya lebih kedalam agar wajahnya tidak terlihat dan merapatkan jaketnya. Setelah itu ia memilih untuk kembali ke kelas saja. Ia tak ingin ada yang mencurigai dirinnya. ***** Pak Handi mengedarkan pandangannya dengan senyum yang masih terlihat di raut wajahnya. Senyum dengan semua gigi yang terlihat jelas. Dan wajah yang terlihat mulai lelah. Pak handi melihat-lihat sepatu yang ada di toko besar ini.
“Aku beli sepatu itu. Buat Alys. Bagus sepatunya heheh. Alys pasti suka. Alys pasti suka sepatu itu. Sepatu yang cantik seperti Alys hehehe. Sepatu cantik hehehe “
“Sepatu itu aku ingin beli . hehehe . Harganya pasti mahal hehe. Aku harus jual balon lagi hehehe. Biar Alys punya sepatu bagus seperti itu hehehe “
“Alys harus tersenyum lagi. Alys tidak boleh menangis hehehe” ***** Alys menahan semua emosinya, ia sedari tadi sudah berdiri di depan rumahnya. Menunggu kedatangan ayahnya dengan emosi yang sudah di ubun-ubun. Udara dinginnya malam mulai terasa. Dan hari pun semakin gelap. Tanda-tanda kehadiran Pak Handi belum terlihat sedari tadi. Alys menatap ke atas langit yang nampak hitam pekat. Kilatan petir beberapa kali ia lihat. Bau tanah yang lembab mulai menusuk hidung Alys. Gadis ini masih tetap berdiri disana dengan tatapan tajam.
ZZSSRRRRRR . . .. . .
Akhirnya hujan pun turun dengan derasnya. Gemuruh petir terdengar jelas. Alys menggosok-gosokkan tangannya yang mulai kedinginan. Dan tak lama kemudian Alys dapat melihat jelas seorang pria tua berjalan menuju rumahnya tanpa memakai baju. Alys membelakakan matanya dan mengernyitkan keningnya.
“Apa yang dilakukan pria gila ini ??”desis Alys tak mengerti. Ia menunggu saja sampai pria ini berhenti di depannya.
“Alys . Ayah beli sepatu baru untuk Alys heheh. Sepatunya cantik seperti Alys. Hehhe. Jadi alys tidak perlu menangis lagi hehehe. Alys lihat sepatunya hehe sepatu cantik. Sepatu cantik . . “Pak handi yang baru sampai diteras rumah begitu saja meletakkan peralatannya dan segera membuka sebuah kantong kresek hitam besar.
Alys membelakakan matanya kembali, melihat apa yang dikeluarkan oleh sang ayah. Dimana kotak sepatu tersebut terbungkus dengan baju ayahnya.
“Sepatunya tidak boleh basah. Heheh jadi harus di tutup baju hehehhe. Nanti Alys sedih kalau sepatunya basah heheheheh “Alys menatap baju tersebut yang telah di buang begitu saja oleh Pak Handi. Alys mengikuti kemana baju itu jatuh dan mulai basah karena air hujan.
“Alys lihat ini sepatunya bagus sekali hehehehe. Alys sepatunya cantik seperti alys heheh. Alys suka sepatunya heheheh . Ayo pakai pakai pakai. Alys harus memakai sepatu ini hehehe. Alys pakai sepatunya hehehe “
“Alys tidak suka sepatunya ??. Sepatunya tidak cantik ?? Alys menangis lagi kah ? Alys tidak suka sepatunya ??”cemas Pak handi melihat sang anak yang masih diam saja dari tadi seperti patung.
Tubuh Alys bergetar kembali, Ia mengigit bibirnya sekkuat-kuatnya menahan agar dirinya tidak menangis kembali. Menahan rasa sakit di dadanya. Ia tak berani menatap ayahnya yang begitu terlihat memiriskan sekali.
“Bagaimana ini ? Alys tidak suka sepatunya ? Bagaimana ini. Ayah bodoh. Ayah bodoh. Aku Ayah bodoh. Alys tidak suka. Alys tidak suka . .. “Pak handi mulai kebingungan sendiri.
“Aku harus menukarnya. Aku harus membelikan Alys sepatu dan tas juga . Yang sangat bagus . Alys juga semakin kurus bagaimana ini ? “
“Alys pasti tidak makan daging hari ini ?? Alys pasti kelaparan. Aku harus menjual balon lagi. Aku harus menjual balon lagi. Alys tidak boleh kurus. Alys tidak boleh nangis”dengan gerakan cepat Pak Handi segera mengambil peralatannya dan berlari tanpa mengambil atau memakai bajunya yang ia buang tadi.
Seolah tak peduli derasnya hujan malam ini dan dinginnya malam. Pria tua itu begitu menginginkan kebahagian anaknya sampai tidak menghiraukan bagaimana keadaan dirinya. Alys melangkahkan kakinya kedepan. Langkah demi langkah mendekati baju sang ayah yang sudah basah dan kotor karena tanah yang basah. Air hujan mulai membasahi tubuh gadis ini. tangan Alys perlahan mengambil baju tersebut.
“Ayah . . .”lirih Alys penuh gemetar dan saat itu juga air mata gadis ini langsung mengalir. Dan untuk pertama kalinyalah Alys menyebut kata itu . Kata yang baginya adalah kata yang paling tabu di dunia ini dan tak mungkin ia ucapkan.
Alys membersihkan tanah-tanah yang menempel di baju itu. Baju yang sudah tak layak pakai dan banyak jahitan dimana-mana.
Alys melangkahkan kakinya kembali untuk masuk kedalam rumah dengan tangan yang masih memegang baju tersebut. Alys menghapus air matanya dengan cepat. Menghembuskan nafas beratnya lagi.
“terserah. Aku tidak peduli dengan dia. Aku tidak peduli !! “
“Dia bukan ayahku !! Dia hanya penghancur hidupku!! “
“Alys kamu tidak boleh kasihan dengan dia. Dia adalah pria jahat. Pria sangat jahat!!! “ *****
Wajah Pak Handi terlihat mulai pucat. Bibirnya memutih. Namun ia masih tetap berjalan menjajahkan balon yang berada di tangannya. Dengan suara gemetar ia masih berusaha melantangkan suaranya.
“baloon .. . Beli Balon saya . Kasihan Alys menangis lagi. Alys ingin sepatu yang bagus. Alys ingin makan daging. Kasihan Alys kurus . Alys cantik tidak boleh menangis dan kurus . Ayo beli balon saya . Balon bagus “
“Dibeli balon sayaaa . Alys harus makan nasi dan daging. Alys harus beli sepatu cantik . “Pak handi mengusapi wajahnya yang terkena air hujan. Ia masih terus saja berjalan. Lalu halang suara mobil di jalanan mulai berlomba dengan suara gemetar pak handi.
Pak Handi memberhentikkan langkahnya di depan rumah sakit. Ia menatap rumah sakit besar itu dengan wajah berbinar.
“Aku bisa jual balon ini disana hehehe. Pasti balonnya akan laku banyak hehehe, Aku harus meniup banyak balon lagi hehehe .”
“Aku harus bisa membeli sepatu yang paling bagus untuk Alys hehehe” Pak Handi mulai duduk di pinggir trotoar dekat rumah sakit itu. Pria ini mulai meniupi balon tersebut satu persatu. Dengan sisa energinya.
Bagaimana pria ini bisa bertahan hidup seperti ini? tanpa makan? Tidur dan terus bekerja . Dan semangatnya begitu besar hanya demi sang anak yang sama sekali tak peduli kepadanya. Begitu besar pengorbanan pria tua ini kepada anaknya.
“Aku harus menjual semuanya hehehe. Balonnya bagus dan cantik seperti Alys hehhe “Pak handi pun mulai memasuki rumah sakit. Di tangannya sudah terdapat banyak balon yang telah ia tiupi tadi. ***** Keesokan harinya . ...
Alys terbangun dari tidurnya karena terdengar ketokan dari pintu rumahnya. Alys membangunkan dirinya ia melihat ke daerah sekitarnya. Alys menghelakan nafas sesaat. Ternyata semalam ia tertidur di sofa yang biasanya digunakan ayahnya tertidur.
“Apakah dia tidak pulang lagi ??”tanya Alys dengan nada sedikit sinis. Alys melihat ke tangannya. Dimana ia masih memegang baju lusuh ayahnya yang sudah mulai mengering.
Tookkk. . . Toookk . .. Tookk. ..
Suara ketokan pintu menyadarkan Alys kembali. Gadis ini mengernyitkan keningnya heran. Siapa yang bertamu sepagi ini. Alys menatap ke jam dinding rumahnya.
“masih jam 5 pagi ? Aisshh . . “kesal Alys dan dengan enggan berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan untuk membukakan pintu.
Alys terdiam di depan pintu dengan kepala penuh tanda tanya. Dimana didepannya berdiri seorang pria yang begitu tampan dan tidak terlihat begitu tua. Pria ini seperti berumur sekitar 29 atau 30.an. Pria itu tersenyum kepada Alys. Alys melihat pria itu dengan aneh. Dimana di kedua tangan pria itu terdapat sebuah kotak besar berwarna Hijau yang merupakan warna kesukaan Alys.
“Siapa ya ?”tanya Alys datar. Pria itu tersenyum kembali.
“Boleh saya masuk ?”tanya pria itu balik. Alys yang binggung hanya mengangguk kaku. Dan mempersilahkan pria tersebut masuk kedalam rumahnya.
Kini Alys dan pria tersebut telah duduk bersampingan. Nampak pria itu mulai kebingungan membuka alur pembicaraan.
“Ini ada kado untuk kamu “ujar pria itu dan menyerahkan sebuah kotak besar tersebut kepada Alys. Alys mengernyitkan keningnya kembali. Mulai sedikit takut dan curiga dengan pria ini.
“Tenang saja aku bukan orang jahat. Kamu buka dulu saja kadonya”lanjut pria itu yang mengerti raut wajah gadis cantik disebelahnya ini.
Dengan ragu-ragu Alys membuka kado itu. Mata Alys langsung kahet melihat isi didalamnya. Dimana didalam kado itu terdapat sebuah sepasang sepatu yang begitu cantik dan bermerk dengan warna hijau dan juga tas cantik yang ia tahu harganya sangatlah mahal dan berwanah hijau juga.
“waahhh, Keren banget. Sepatunya dan tasnya bagus banget . . . “ujar Alys tak sadar . ia begitu terpesona akan kecantikan sepatu dan tas di depannya ini.
“Itu untuk kamu”ujar pria itu kembali.
“Untuk aku ??”tanya Alys semakin kaget dan binggung. Alys menatap pria itu mencari kejujuran. Pria itu tersenyum dan mengangguk dengan yakin.
“ka .. kam ..kamu siapa ?? bagaimana bisa kado sebagus dan semahal ini untuk aku ?? “
“Itu dari seseorang yang begitu sayang kepada kamu “
“Sayang kepada aku ? Siapa ? Adit ??”sahut Alys dengan cepat. Pria itu mengernyitkan keningnya sebentar lantas menggelengkan kepalanya. Ia mengambil sebuah amplop kecil dari saku celananya.
“Orang itu menuliskan surat untuk kamu”ujar pria itu kembali dan memberikan amplop kecil tersebut kepada Alys. Alys pun menerimanya saja dan segera membukanya. Dimana didalam Amplop tersebut terdapat sebuah surat kecil. Alys mengenali tulisan ini, tulisan yang sangat berantakkan dan tidak jelas. Namun bagi Alys ia sudah terbiasa dengan tulisan tak beraturan ini dan sudah mahir membaca tulisan tersebut. Alys perlahan membaca isi surat kecil ini.
“ Sepatu cantik untuk Alys, Tas cantik untuk Alys. Alys tidak boleh menangis. Alys harus tersenyum. Alys anak ayah yang sangat cantik. Alys jangan menangis . Alys tidak boleh kurus dan harus makan nasi daging. Ayah sangat cinta Alys yang cantik. Alys putri ayah yang cantik”
Surat tersebut begitu saja terjatuh dari tangan Alys. Tangan Alys mulai gemetar. Bahkan seluru bulu kuduknya merinding sempurna di tubuhnya. Alys merasakan ketakutan. Entah ketakutan apa ini. Alys pun tak mengerti.
“Ayah kamu sangat luar biasa”ujar pria itu dengan senyum keterharuan. Alys tak peduli dengan ucapan pria itu. yang ia ingin tau adalah dimana ayahnya sekarang berada.
“Dimana dia sekarang ?”tanya Alys dengan nada dingin dan masih menatap kedepan dengan tatapan kosong. Nafas Alys mulai tak beraturan.
“Ayah kamu ??”pria tersebut membalikkan pertanyaan. Dari nada suaranya pria ini mulai kebingungan untuk menjawab pertanyaan Alys.
“Dimana dia sekarang ??”tanya Alys sekali lagi . Alys mengcengkram tangannya yang mulai berkeringat dan basah.
“Ayo ikut aku sekarang. Aku akan menunjukkan dimana ayah kamu “
***** Rumah Sakit Medical
Alys terdiam dengan tatapan kosong. Tubuhnya sudah terasa tak ada energi lagi. Untuk bernafas saja ia merasa sangat susah sekali. Tubuhnya pun tak ada hentinya gemetar sendiri. Di depannya saat ini seorang pria tua degan rambut yang sedikit memutih terbaring. Bibirnya memutih. Kedua matanya menutup rapat. Hidungnya yang mancung kini tak mengeluarkan nafas hangat lagi. Selimut putih menutupi tubuh pria ini sampai bagian pinggang. Di bagian tengah dada pria ini terdapat sebuah jahitan yang terlihat masih baru.
“A . . .ya .. h . . “lirih Alys dengan semampu yang ia bisa. Dan untuk kedua kalinya ia mengucapkan kata ini. Dua kali dalam seumur hidupnya. Dan saat itu juga air mata Alys mulai mengalir setets demi tetes dan lama-lama menjadi aliran sungai yang sangat deras.
Perlahan tangan kanan Alys menyentuh tubuh pria tua didepannya ini. Dingin, itulah yang Alys rasakan. Alys menyentuh tangan ayahnya. Dan ia tak dapat merasakan denyutan nadi di pergelangan ayahnya.
“Ay .. .ah ... “lirih Alys kembali. Gadis ini mulai terisak namun masih tak bersuara.
“Kenapa kamu melakukan semua ini ??”
“Apa yang kamu lakukan ??”
“Kenapa??”
“Kenapa ??”
***** 7 jam yang lalu . . ..
“Baloon . beli balon saya. . Ayo beli balon . .kasihan Alys. Alys kasihan . Alys cantik menangis. Alys harus beli sepatu. Alys harus makan daging . Ayo beli balon .”pak Handi masih begitu semangat menjajahkan balonnya didalam rumah sakit . Banyak pasang mata menatapnya aneh.
“Ma. Papa pasti selamat. Mama tenang saja. Mama jangan seperti ini"teriak seorang gadis remeja dengan tangisan yang tak terbendungkan.
“Dok . . saya mohon selamatkan suami saya dok. Saya mohon dok. . Selamatkan suami saya. Saya akan membayar berapapun. Saya akan membayar dengan biaya 10 kali lipatnya. Syaa mohon dok selamatkan suami saya”wanita ini tak kalah histerisnya daripada anaknya. Membuat sang dokter muda dan tampan ini semakin kebingungan.
“Suami anda bisa selamat bu. Dengan jalan satu-satunya adalah dia mendapatkan jantung pengganti atau donor jantung . “ujar dokter tersebut dan membuat wanita ini bergegas menghapus air matanya.
“Dok sekarang carikan jantung untuk suami saya. Siapa saja yang mau mendonorkan jantungnya saya akan kasih apapun dok. Bahkan rumah saya pun akan saya kasih. Tapi saya mohon selamatkan suami saya dok. Saya mohon”
“Bu .. .tolong tenang. Ibu tenang dulu ya .. “
“DOK SELAMATKAN SUAMI SAYA !! SELAMATKAN SUAMI SAYA !!!”
“DOK SELAMATKAN PAPA SAYA. SELAMATKAN PAPA ANGGI DOK. ANGGI SAYANG PAPA. ANGGI INGIN PAPA SELAMAT !!” anak dan ibu ini mulai menangis bersama dalam ke histerisan. Bahkan sang ibu sudah diluar kendali dirinnya sendiri.
“SIAPA SAJAA YANG MAU MEMBERIKAN JANTUNGNYA !! TOLONG SUAMI SAYA !! SIAPA PUN YANG MEMBERIKAN JANTUNGNYA KEPADA SUAMI SAYA. SAYA AKAN MEMBERIKAN UANG YANG BANYAK !! SAYA AKAN MEMBERIKAN UANG YANG BANYAAAKKK!!! “
“Bu tolong tenang. Tolong tenang bu . Tenang . . . “Dokter ini pun mulai mencoba menenangkan anak dan ibu ini. Dan hal ini memang sudah bias terjadi di rumah sakit. **** Pak handi seperti tak tau jalan dan terus saja masuk kedalam menawarkan balonnya. Dan entah menagapa tidak ada satu pun satpam yang mengusirnya dan membiarkan saja pria tua ini berjualan. Mungkin mereka kasihan dengan pria ini.
“Silahkan beli balon saya. Alys sudah lapar dirumah. Alys harus makan daging. Tolong beli balon saaya “suara Pak handi mulai melemah. Tubuhnya terasa panas-dingin. Ia masih tidak memakai baju. Dan karena hujan deras tadi yang dengan terang-terangan menghujami tubuhnya. Keringat panas mengujur di wajah pria ini.
“DOK SELAMATKAN PAPA SAYA. SELAMATKAN PAPA ANGGI DOK. ANGGI SAYANG PAPA. ANGGI INGIN PAPA SELAMAT !!”
“SIAPA SAJAA YANG MAU MEMBERIKAN JANTUNGNYA !! TOLONG SUAMI SAYA !! SIAPA PUN YANG MEMBERIKAN JANTUNGNYA KEPADA SUAMI SAYA. SAYA AKAN MEMBERIKAN UANG YANG BANYAK !! SAYA AKAN MEMBERIKAN UANG YANG BANYAAAKKK!!! “
Pak Handi memberhentikkan langkahnya. Ia melihat kejadian tersebut dengan tatapan yang entahlah. Perlahan pak handi mendekati ibu-ibu dan anak tadi beserta seorang dokter yang sedang menenangkan dua wanita ini.
“jantung ?? Saya mau memberikan jantung saya. Saya mau. Mau. Tapi Alys bisa makan daging. Alys bisa beli sepatu bagus. Alys cantik tidak boleh nangis. Alys cantik harus beli sepatu bagus . “tiga orang ini langsung menatap pria ini dengan heran dan penuh tanya.
“Jantung saya. Diambil. Ambil saja . Diambil jantung saya. Uang. Uang berikan ke Alys. Alys butuh sepatu cantik. Alys cantik tidak boleh nangis”Pak Handi terus berbicara dengan nada yang semakin tak beraturan. Pak handi mulai tersenyum.
“Hehehehe. Alys harus beli sepatu cantik. Jantung ini jantung . Ambil. Ambil hehehe”Pak handi menunjuk-nunjuk ke arah dadanya. Dokter tersebut menatap pak Handi semakin heran.
“Bapak mau ngasih jantung bapak untuk Papa Anggi ?”tanya gadis ini kepada Pak Handi dengan wajah penuh harapan.
“Jantung? Iya jantung saya ambil heheh. Ambil . Alys beli sepatu cantik. Alys cantik harus beli sepatu heehehe “Mama gadis yang bernama Anggi tersebut segera bangun dari duduknya dan segera menghapus air matanya. Wanita itu segera mendekati pak Handi.
“Iya iya. Kita akan membelikan Alys sepatu yang mahal dan cantik. Kita akan membelikan Alys daging. Kita akan membiayai Alys makan. Kita akan membuat Alys senang. Bapak mau mendonorkan jantung bapak ? Bapak mau ??”tanya wania itu seperti tak sabar.
“Alys bahagia ? alys senang ? iya . Alys cantik harus senang. Jantung ambil jantung saya . Ambil hehehehe “
“Iya pak . Iya saya janji. Saya akan membelikan Alys sepatu yang cantik dan Alys pasti senang. Terima kasih Pak Terima kasih Terima kasih. .”wanita ini berulang kali emmbungkukan badanya kepada pria ini.
“Anggi ucapkan terima kasih pak. Telah menyelamatkan ayah anggi. Terima kasih”kini giliran gadis tersebut yang membungkukan badanya.
Dokter pria tampan ini hanya diam mematung. Binggung dengan apa yang ada didepannya saat ini. semuanya begitu terjadi tiba-tiba.
“Dok ayo laksanakan operasinya dok. Kita sudah temukan pendonornya. Ayo dok laksanakan operasinya”ujar ibu-ibu tadi dengan cepat dan sedikit memaksa.
Dokter tersebut nampak masih ragu dan mendekati Pak Handi.
“Bapak yakin mendonorkan jantung bapak ? Bapak tidak apa-apa kehilangan nyawa bapak ??”tanya dokter ini dengan nada halus. Pak handi tertawa sendri dengan sangat senang.
“Alys pasti senang dapat sepatu baru. Heheheh. Alys pasti tidak sedih lagi hehhe. Jantung saya tidak perlu saya hehehe . Saya senang lihat Alys senyum hehhe. Ambil jantung saya hehhe. . “
“Alys akan dapat sepatu baru hehehe. Akhirnya Alys cantik bisa senyum hehehe. Alys cantik dapat sepatu cantik. Warna hijau . Sepatu warna hijau. Hehehe. Alys cantik suka warna hijau. Alys cantik hehehe . . “ *****
Alys duduk berlutut. Kepalanya ia benamkan di lengan ayahnya. Gadis cantik ini mulai menangis dan mengeluarkan suara tangisannya. Tubuhnya benar-benar gemetar hebat.
“AKU TIDAK BUTUH SEPATU!!! “
“AKU TIDAK BUTUH DAGING!!! “
“AKU TIDAK BUTUH MAKAN!!! “
“AKU TIDAK BUTUH TAS “
“AKU TIDAK BUTUH BODOOOHHH!!! “
“AKU TIDAK BUTUHHH!!!! “
Alys meremas-remas dadanya sendiri yang terasa begitu sakit sekali. Dalam hidupnya ia tak pernah membayangkan ini semua terjadi kepadanya. Bagaimana bisa ayahnya melakukan ini semua demi dirinnya ? .
“Ay . . . ah . . .. .”
“Ay . . . .ah . .. .”
“Ay . .. .ah . . . . “
Lelaki yang datang ke rumah Alys tadi perlahan mendekati Alys. Dia merupakan dokter yang mengoperasi ayah Alys. Dokter tersebut membelai lembut rambut Alys merasa sangatkasihan kepada gadis ini.
“Kembalikan jantung ayah saya . . “lirih Alys begitu pelan dengan nada yang sangat memohon.
“Kembalikan nyawa ayah saya. . . “
“Kembalikan jantung ayah saya . . “
‘kembalikan saya mohon . . “
“Saya mohon dok kembalikan. . “
“Saya mohon . .. .”
“Saya mohon .. . “Alys langsung merubah arah tubuhnya menghadap ke dokter tersebut. Gadis ini bahkan langsung bersujud kepada dokter di depannya ini.
“Saya belum minta maaf dok kepada ayah saya. Saya belum pernah memanggilnya ayah sekalipun. Saya belum pernah membelai tangannya . Saya belum pernah memeluknya. Saya belum pernah . . sa . . saya belum pernah . .. saya belu . . .. .”Alys mulai kehabisan kata-kata . ia membiarkan saja air matanya terus mengalir.
“Alys bangun. Jangan seperti ini. Ayo bangun “suruh dokter tersebut.
“Alys mohon dok . kembalikan jantung sayaa !! KEMBALIKAAANNNN DOK KEMBALIIKAAANNN!!! “
“ALYS INGIN SATU MENIT SAJA DOK !! ALYS INGIN MEMELUKNYA DAN MEMANGGILNYA AYAH DOK !!! SATU MENIT SAJA HIDUPKAN DIA DOK!! ALYS MOHON ALYS MOHON”Gadis ini membenturkan dahinya berkali-kali ke lantai. Dan menimbulkan suara yang begitu keras. Dokter itu pun langsung membangunkan Alys dan memeluk tubuh mungil gadis ini.
“Alys sangat jahat kepada ayah. Alys sangat jahat kepada ayah.. Alys tidak butuh sepatu itu. Alys tidak butuh daging. Alys butuh ayah. Alys butuh aya dok. Alys butuh ayah . . “
“Alys yang seharusnya mati bukan dia dok. Ya tuhaaannn. Apa salah dia tuhaann. Kenapa harus diaaaa??? Kenapaaa??”
“APAA SALAH DIAA TUHAAAAANNNN ???”jerit Alys sudah tak dapat menahan semuanya. Menahan semua rasa bersalahnya. Menahan segalanya didalam hati dan kepalanya saat ini.
**** Butuh 4 jam lebih untuk menenangkan Alys yang terus menangis dan menjerit-jerit tak ada henti. Kini akhirnya gadis ini dapat diam walaupun dengan wajah yang sangat berantakkan dan tatapan yang kosong. Kedua mata gadis ini sudah memerah dan menimbulkan benjolan dibagian bawah matanya. Dokter itu membawa Alys kedalam ruangannya. Ada yang perlu ia tunjukkan kepada gadis ini.
“Ayah kamu membuat video buat kamu . Apa kamu mau melihatnya ?”tanya Dokter tersebut yang berniat untuk menghibu Alys. Setidaknya gadis ini dapat melihat detik-detil ayahnya sebelum operasi.
“Ayah ?? ayah dimana ? Alys mau bertemu Ayah . .. “ujar Alys dengan capat. Dokter itu pun segera mengambil laptopnya dan menaruh di depan Alys. Sebuah Video pun terputar di layar itu.
“Ayah . .. . “lirih Alys menatap layar tersebut. Dimana di dalam layar itu jelas terlihat Pak Handi yang sedang tersenyum bahagia dengan baju operasinya. Alys menyentuh layar tersebut. Menyentuh tepat di wajah sang ayah, Dan saat itu juga air mata gadis ini mengalir kembali.
“Alys halo alys ini ayah hehehhe. Ayah hallo alys hehehe “Pak handi melambai-lambaikan tangannnya seperti anak kecil dan menyengirkan bibirnya .
“Alys tidak boleh nangis. Alys dapat sepatu baru cantik. Alys akan dapat sepatu cantik hehe. Alys tidak akan sedih lagi hehehe. “
“Alys cantik putri ayah heehe. Ayah tidak butuh jantung. Alys harus punya sepatu cantik hehe. Alys harus sekolah rajin. Alys sekolah dengan sepatu cantik hehehhe. Alys butuh sepatu cantik hehehe “
“Alys anak ayah yang cantik dan baik hati hehehe. Alys tidak boleh nangis/. Ayah sayang Alys . “
“Ayah cinta Alys . Dada Alys. Hehehe/ Alys hidup yang sehat. Makan banyak harus hehehe. Alys anak ayah hehehe. Alys . . Alys . . Alyss . . hebat heheh . . . “
Alys memasukkan semua jari-jarinya kedalam mulutnya. Ia mengigitnya sangat erat. Menahan tangisanya dan jeritannya yang akan keluar saat ini. Air mata Alys semakin membanjir lebih deras dari tadi. Tubuh Alys gemetar hebat.
“Apa ada yang ingin Pak Handi ucapkan kepada Alys ? Atau kata-kata yang belum sempat pak handi ucapkan ke Alys ??”sebuah suara dibalik kamera tersebut sedikit terdengar. Dan membuat Pak Handi terdiam sebentar.
Pak handi terlihat menundukkan kepalanya. Dan tak lama kemudian pak handi mendongakkan kepalanya lagi. Dan . .. .
“Ay . . . ah . . . .”gemetar Alys . ia menyentuh layar laptopnya. Alys menganga lebar dan langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Sungguh sungguh sebuah keajaiban. Dimana Pak handi tiba-tiba mengeluarkan air matanya dan menatap kamera tersebut layaknya orang normal.
“A . . yah . . . maaf . . .minta . . maaf . . .Ayah tidak bi . .sa ja . .di ayah . . baik . . ayah . . maaf. . banyak . banyak minta maaf . . . “ujar Pak handi meskipun tak beraturan namun terdapat sedikit keseriusan diwajahnya.
“Ayah bo. .doh . . sangat bodoh. . Ay . . ah . . .tidak bisa buat Alys . . bahagia . . Ayah bodoh . . Ayah . . . buat Alys menangis terus .. Ayah .. sangat bodoh. . Ayah benar-benar maaf banyak maaf ke Alys . .Maaf . . “Pak Handi sedikit tersenyum dan seperti anak kecil mengusap air matanya .
“Ayah tidak bunuh mama . Tidak Alys . Ayah sayang mama. Alys salah. Ayah sayang mama dan Alys. Mama sakit . Mama sakit ayah tidak bisa beli obat. Ayah bodoh . Ayah bodoh. Alys benci sama ayah. Ayah bodoh sangat bodoh. Maaf . Alys ayah maaf minta maaf . . “
“A . . yah . . ayah . . ayah terima kasih Alys . Terima kasih . Alys menemani Ayah. Ayah senang bahagia ada alys. Alys buat ayah bahagia selalu . Alys tidak salah. Ayah yang salah. Iya salah ayah. Ayah bodoh. Ayah tidak bisa apa-apa . Ayah bodoh . . bukan Alys salah bukan . “
“Alys tidak boleh nangis. Tidak boleh itu. hehehehe . .. “pak Handi mulai menunjukan senyuman dan ketawanya kembali. Pak Handi menghapus kembali air matanya yang jatuh .
“Ayah ci . . cinta sama Alys . Ay . . Ayah sayang sama Alys . . Ayah . . Ayah .. ayah . . bahagia punya Alys . Alys harus sukses . Alys harus makan banyak. Alys kurus tidak boleh . Alys tidak boleh kurus . hehehehehe “
“Dada alys . Ayah cinta Alys hehehhe . Dada Alys heheheheh dadaaa . .. “
Semuanya semakin terasa lemas bagi gadis ini. Video berdurasi 5 menit tersebut begitu terasa menyayat hati Alys. Ia semakin merasa seperti orang yang paling jahat di dunia ini. ia merasa sebagai penyebab ayahnya meninggal. Yah, Dialah yang secara tidak langsung membunuh ayahnya sendiri. Dia lebih kejam dari pembunuh berdarah dingin. Dia lebih kejam dari pembunuh bayaran. ***** True Story. Halaman 22 Majalah Remaja.
Alys Fyza Putri. 16 tahun. Cerita nyata .
Idiot’s Dad. I’m so Sorry. Alys Fzya putri, gadis cantik penuh kepalsuan dan gadis yang begitu sangat buruk sekali. Jangan pernah mempercayaiku. Wajahku tak selugu hartiku yang begaikan pusai belati tajam sekali. Dan aku telah membunuh ayahku sendiri . . . . . . .
Aku begitu benci dengan ayahku. Sangat membecinya. Saat aku kecil sampai besar aku mengira dialah yang membunuh mamaku. Ayahku berbeda dengan ayah kalian . Dia tidak tampan, dia tua bahkan dia sangat bodoh. Ayahku mempunyai keterbelakangan mental. Ia selalu tersenyum dan selalu menyebut namaku. “Alys . Alys cantik. Alys cantik putri ayah”Itulah yang setiap hari ayah teriakan kepadaku. Aku sama sekali tak pernah memanggilnya ayah. Sekalipun tidak pernah. Aku tidak pernah menanyakan bagaimana kabarnya hari ini? Apa yang dia lakukan hari ini? Apa yang dia makan hari ini ? Bagaimana kesehatan dia ? . Tidak pernah. Sungguh anak durhaka. Yah, Aku adalah anak yang paling durhaka di dunia ini. Ayahku adalah penjual Balon. Setiap hari ia akan berteriak “Ayo beli balon saya. Alys harus makan daging. Alys tidak boleh nangis. Alys tidak boleh kurus. Beli balon saya. Alys biar makan enak. Alys tidak boleh lapar. Alys harus senang “ Senang ? daging ? Makan ??. Ya tuhan . Apa sebenarnya yang ada di otak pria tua ini ? Apa sedikitpun ia tidak memfikirkan dirinnya sendiri ?? Tidakkah ?? Ayahku, tidak pernah menyentuh yang makanan apapun selain nasi putih dan air putih. Itulah yang ia makan setiap hari. Ia tidak peduli bahkan ia tidak makan apapun. Asalkan aku bisa makan setiap harinya. Aku bisa bahagia setiap hari. Dan setiap hari pun ayah selalu membawa daging, ayam, es jeruk, nasi hangat yang selalu ia hidangkan kepadaku. Dan dengan tak acuhnya aku memakan semuanya sendiri. Aku tidak berfikir bahwa ayahku juga sangat ingin memakannya. Aku tidak peduli. Ayah tiap hari menjual balon, untuk membelikan ku sepatu cantik. Ayah ingin aku pergi ke sekolah dengan senyuman dan kebahagiaan. Dia berusaha mati-matian menjual balonnya dengan ia tiup sendiri. Dan dengan keadaannya yang seperti itu ia menjual balonnya. Dan sampai . . . . apakah aku harus menuliskan lanjutannya ?? . Cisshh . . .tentu harus . Agar semua pembaca mengerti bagaimana cerita ini berlanjut bukan ? baiklah aku akan melanjutkannya . Dan sampai akhirnya , Ia rela menjual “JANTUNG”nya sendiri hanya demi menukarnya dengan sebuah sepatu cantik dan tas cantik. Dia merelakan nyawanya hanya untuk membuatku tersenyum dan tidak menangis.
APAKAH DIA BENAR-BENAR BODOH ? ATAU SEDANG BERACING BODOH ?? BAGAIMANA BISA ADA ORANG SEBODOH ITU DI DUNIA INI TUHAN ??? APA YANG TELAH DIA LAKUKAN ?? MENUKARAKAN JANTUNG DENGAN SEPATU ? APAKAH DIA BENAR BODOH !!!! Tidak . .. bukan dengan sepatu. Dia tidak menukarnya dengan sepatu. Tapi .. dia menukarnya hanya demi senyumanku dan kebahagiaanku.
Aku kejam sekali . Aku sangat kejam kepada ayahku sendiri. Aku sangat kejam aku begitu anak yang buruk sekali di dunia ini. Kenapa aku setega ini kepada ayahku sendiri ? Apa yang telah aku lakukan. Dan kini aku hanya bsia diam meratapi dan menyesali semuanya. Aku diam dan berharap waktu dapat kembali.
Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku memeluk ayahku. Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku memanggilnya “Ayah” Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku menyuapinya dengan sepotong daging yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku memberinya segelas es jeruk segar. Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku menanyakan “ Apakah ayah baik-baik saja ??” Andai waktu bisa kembali ingin sekali aku menemaninya menjualkan Balon. Dan sama-sama berteriak “ Beli balon saya. Alys akan bahagia. Alys tidak akan menangis . Alys sayang sama ayah. Beli balon ayah “ Andai waktu bisa kenbali. Ingin sekali aku memijati tubuhnya yang sudah mulai tua . Andai waktu bisa kembali. Ingin sekali aku mengatakkan “ Ayah , Alys cinta sama ayah. Alys tidak benci sama Ayah. Alys tidak menangis karena sepatu itu. Alys menangis karena ayah yang begitu baik dengan Alys, Alys tidak pernah sedih. Alys sedih karena Alys merasa buruh untuk menjadi anak ayah. Alys tidak pernah kecewa dengan ayah. Alys ingin memeluk ayah. Alys ingin mengatakkan bahwa Alys juga mencintai ayah. Alys ingin katakkan bahwa Alys butuh Ayah. Alys tidak peduli ayah seperti apa. Alys menyesal ayah. Alys sangat menyesal Alys butuh ayah. Alys butuh ayah. Alys sangat butuh ayah . Alys butuh ayah Handi .”
Dan itu semua hanya bisa aku ucapkan dengan kata “Andai” “ Andai “ dan “Andai “. Aku ingin Ayah kembali. Apakah bisa ? Yah tentu tidak bisa. Aku menyesal. Sangat menyesal le bih dari apapun. Dan sekarang aku hanya bisa menangis setiap malam. Dan aku harus menebus semua kesalahanku. Aku akan mewujudkan keinginan ayahku. Aku harus sukses . Aku tidak boleh menangis. Aku harus makan daging. Aku tidak boleh kurus. Aku tidak boleh sakit. Aku harus jaga diri.
“Ayah . . . Aku sangat merindukamu saat ini. Sangat-sangat merindukanmu. Walau surga ada di telapak kaki mama. Tapi telapak kakimu pun sangat berarti ayah. Kerja kerasmu tak pernah dapat terbandingkan dengan apapun. Ketulusanmu yang tanpa pamrih tak akan bisa terhitungkan dengan apapun. Ayah terima kasih. Terima kasih telah menyayangiku dan mencintaiku. Terima kasih telah pernah membesarkanku sampai sekarang. Terima kasih memberiku sepiring makan yang begitu enak setiap harinya. Terima kasih telah bekerja keras untukku. Ayah maaf dan sekali lagi terima kasih “-Alys-

*****
Tidak selamanya Ibulah paling berharga. . Lihat di sisi kirimu. Disana pun ada seorang lelaki tua yang tersenyum kearahmu Lelaki yang juga ingin mendapatkan pelukanmu Lelaki yang juga telah berkorban untukmu. Lelaki itu selalu menunggumu dengan sabar Sampai kau menyadari keberadaanya Bahwa dia pun ingin dianggap berharga dimatamu. . Itulah Ayah . . .
*****


End